nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres JK: Era Industri 4.0 Manusia Tetap Dibutuhkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 April 2019 12:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 15 320 2043666 wapres-jk-era-industri-4-0-manusia-tetap-dibutuhkan-I70VVCYKEZ.jpg Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (PANRB)

JAKARTA - Revolusi industri 4.0 membuat penggunaan robot semakin banyak digunakan. Hal tersebut mengancam pekerja yang perannya bisa tergantikan.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, meskipun saat ini banyak industri yang menggunakan robot, namun tetap saja membutuhkan peran manusia di dalamnya.

Manusia ini tetap saja dibutuhkan sebagai operator robot itu. Lagi pula, kata JK, tanpa campur tangan manusia tidak mugkin ada alat canggih seperti robot.

“Kita tetap membutuhkan manusia sebagai inti dari semua itu,” ujarnya dalam acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Wapres: Perubahan Zaman Harus Ditanggapi Pengusaha dengan Cepat

Dia melanjutkan, jika seluruhnya digerakan oleh robot maka ekonomi tidak akan jalan. Sebab tidak akan ada masyarakat yang membeli produk yang diproduksi oleh industri.

Masyarakat tidak memiliki penghasilan untuk spending uangnya. Karena, banyak industri yang memilih mempekerjakan robot untuk memproduksi barangnya.

"Ekonomi tetap membutuhkan konsumen,” ucapnya.

Baca Juga: Cerita JK soal Wartel yang Tergerus Zaman

JK menambahkan, perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindarkan, tapi kita harus bisa memanfaatkannya. Teknologi tersebut tentunya tidak boleh secara berlebihan.

"Untuk menanggapi teknologi yang tidak bisa dihindarkan dan tidak bisa ditolak. Kita harus manfaatkan teknologi dengan penduduk yang besar ini sebagai pekerja dan sebagai konsumen,” jelasnya.

Salah satu contoh negara yang sudah memanfaatkan penggunaan teknologi ini adalah Jepang. Menurutnya disana seluruh industri sudah automation menggunakan robot tapi juga tetap menggunakan tenaga manusia untuk mengoperasikannya.

“Jepang dan Korea Selatan memang negara maju sehingga automation di sana tinggi," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini