nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagang Kuartal I-2019 Defisit, Menko Darmin: Trennya Membaik

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 April 2019 14:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 320 2043732 neraca-dagang-kuartal-i-2019-defisit-menko-darmin-trennya-membaik-zN6THsWdF2.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

TANGERANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Maret 2019 mengalami surplus tipis sebesar USD540 juta. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan Februari 2019 yang surplus USD330 juta.

Namun jika dilihat secara tiga bulan pertama di 2019 atau kuartal I-2019, justru masih mengalam defisit. BPS mencatat neraca perdagangan pada kuartal I-2019 mengalami defisit USD193 juta.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, jika dilihat secara kuartal memang masih mengalami defisit. Pasalnya pada Januari, defisit neraca perdagangan mencapai USD1,16 miliar.

Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Maret 2019 Surplus USD540 Juta

"Itu kan bulan Januari defisitnya," ujarnya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Senin (15/4/2019).

Sementara itu, jika melihat tren sepanjang 2019 neraca perdagangan Indonesia justru mengalami perbaikan. Pada Februari 2019 neraca dagang Indonesia sudah berbalik arah dengan mengalami surplus USD330 juta. Sementara itu pada Maret ini surplus neraca perdagangan mencapai USD540 juta.

"Februari sama Maret dia surplus kan, artinya tendensinya surplus. Jadi jangan cuma liat akumulasinya," katanya.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Kuartal I-2019 Defisit USD193 Juta

Tren positif pada neraca perdagangan ini ternyata menular pada defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD). Menurutnya, CAD jika melihat dua bulan lalu menunjukan tanda-tanda positif.

Meskipun begitu, dirinya enggan memprediksi CAD pada kuartal I-2019 atau pada Maret 2019 yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia pada pertengahan bualn Mei mendatang.

"Tentu saja CAD-nya itu tinggal lihat jasanya dan beberapa aspek arus modal," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini