nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kampanye Hitam, Ekspor Sawit RI ke Inggris dan Belanda Turun hingga 39%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 15 April 2019 16:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 320 2043782 kampanye-hitan-ekspor-sawit-ri-ke-inggris-dan-belanda-turun-hingga-39-veq3jUyZyQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan adanya penurunan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke beberapa negara di Eropa. Hal itu merupakan imbas dari kampanye hitam terhadap komoditas kelapa sawit yang dilakukan oleh Uni Eropa (UE).

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, penurunan nilai ekspor CPO cukup signifikan terjadi di beberapa negara-negara Uni Eropa, seperti di Inggris sebesar 22% dan Belanda sebesar 39%.

"Demikian juga ekspor (minyak kelapa sawit) ke di Jerman, Italia, Spanyol, Rusia juga turun," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Pria yang akrab disapa Kecuk itu mengatakan, kondisi penurunan ekspor ini didorong adanya kampanye hitam oleh Uni Eropa yang melarang penggunaan biofuel yang berbasis kelapa sawit di kawasan tersebut.

Baca Juga: RI Mulai Kembangkan Sawit Jadi Bensin

"Ini terjadi karena ada negative campaign CPO dan pemerintah sudah mengantisipasi itu dengan membuat beberapa kebijakan," ujarnya.

Kendati terjadi penurunan nilai ekspor CPO di beberapa negara kawasan Eropa, namun kinerja ekspor Indonesia dengan kawasan tersebut sepanjang Januari-Maret cenderung tak terpengaruh. Neraca perdagangan Indonesia ke Eropa masih mengalami surplus USD587 juta.

Di mana, sepanjang kuartal I 2019 nilai ekspor Indonesia ke Eropa mencapai USD3,6 miliar. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Eropa sebesar USD3,02 miliar.

"Tentu situasinya berbeda di setiap negara, seperti di Jerman kita mengalami defisit, Belanda surplus, kemudian Italia juga defisit sebesar USD9 juta," ujarnya.

Baca Juga: Ke Brussels, Menko Darmin Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa

Untuk diketahui, Indonesia bersama dengan negara produsen CPO lainnya yakni Malaysia dan Kolombia tengah berupaya menentang Delegated Act yang dilakukan oleh Uni Eropa yang melarang penggunaan CPO di kawasan tersebut dan memasukan kelapa sawit sebagai komoditas berisiko tinggi menyebabkan deforestasi.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam kunjungannya bertemu Parlemen Uni Eropa di Brussel, Belgia menyatakan, Indonesia siap mengkaji ulang kerja sama ekonomi Uni Eropa juga melakukan gugatan melalui World Trade Organization (WTO).

"Selain menempuh litigasi di dispute. Secara jalan kita akan review hubungan kita dengan mereka. Mereka tahu kita sedang menempuh perundingan CEPA," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/4/2019)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini