Aturan DP Direlaksasi, Saat Ini Paling Mudah Beli Rumah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 16 470 2044335 aturan-dp-direlaksasi-saat-ini-paling-mudah-beli-rumah-ROhMgCUmHC.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

Sementara aturan tentang Loan to Value untuk Kredit Properti pertama kali dikeluarkan melalui Surat Edaran BI No 14/10/DPNP tahun 2012. Aturan ini mengalami beberapa penyempurnaan dengan besaran Down Payment (DP) yang harus dipenuhi oleh pembeli adalah mulai dari 30%. Aturan besaran DP minimal ini terus mengalami penurunan hingga menjadi 15% di tahun 2016. Melalui PBI No. 20/8/PBI/2018 tahun 2018, besaran nilai DP diserahkan pada penilaian bank.

Menurut Ike, berbagai kebijakan pemerintah tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya saat ini adalah kondisi termudah untuk membeli rumah. Selama ini kendala nomor satu untuk membeli rumah adalah Down Payment. Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, DP sekarang menjadi lebih fleksibel sehingga kendala DP seharusnya teratasi.

“Memang ada peningkatan dari sisi suku bunga. Namun berdasarkan data, tingkat suku bunga saat ini tidak lebih tinggi dari tahun 2015. Oleh karena itu, sekarang adalah saat paling mudah untuk membeli rumah," katanya.

Kondisi ini juga sesuai dengan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2019, dimana konsumen properti masih optimistis dengan iklim pasar properti nasional. Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 65% responden mengaku puas dengan kondisi pasar properti Indonesia.

Kepuasan terhadap iklim properti ini mayoritas didasarkan pada faktor kenaikan harga properti yang stabil serta apresiasi terhadap kenaikan harga properti jangka panjang. Kedua faktor ini diamini oleh 63% responden. Sementara 15% responden yang merasa tidak puas, mengungkapkan faktor kenaikan harga properti sebagai penyebabnya. Alasan lainnya adalah uang muka yang terlalu tinggi.

Ike menjelaskan bahwa faktor kenaikan harga memang selalu dipandang dari dua sisi. Bagi mereka yang optimistis, mereka melihatnya sebagai peluang investasi di masa depan, sementara mereka yang pesimistis, ini disebabkan keraguan terhadap kemampuan finansialnya. Mereka yang belum yakin dengan kemampuan kemungkinan adalah mereka yang masih awam atau kurang informasi. Padahal, saat ini pasar properti sedang berpihak kepada pembeli.

Hal ini sejalan dengan optimisme masyarakat terhadap pasar properti di tahun 2019, yang cenderung naik secara lambat. Sesuai Rumah.com Property Index terjadi kenaikan index harga properti sebesar 2,9% atau 3.1 poin dari kuartal keempat 2017 ke kuartal IV 2018.

Sedangkan di sisi suplai terjadi penurunan sebesar 17% pada kuartal IV 2018 (quarter-on-quarter) dan sebesar 0,9% (year-on-year). Penurunan ini adalah siklus tahunan karena para pengembang enggan meluncurkan proyek mereka di akhir tahun karena konsumen cenderung fokus berbelanja jelang akhir tahun.

Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

"Pengembang properti, tentu tidak menutup mata terhadap kondisi pasar dan berbagai kemudahan saat ini. Karena itu mereka juga melakukan penyesuaian target pasar dengan memperbesar suplai untuk kalangan menengah. Tak perlu cemas, dengan rajin mencari informasi dan melakukan pertimbangan yang tepat, masyarakat akan bisa memiliki rumah," kata Ike.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini