nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Minta Garuda Cs Tak Bikin Pusing Tetapkan Harga Tiket Pesawat

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 19:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 320 2044855 menhub-minta-garuda-cs-tak-bikin-pusing-tetapkan-harga-tiket-pesawat-4T7BxDiRJl.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali memberikan peringatan atau warning kepada pihak maskapai penerbangan terkait harga tiket pesawat. Dirinya menginginkan agar masalah tarif tiket pesawat ini bisa lebih clear.

Menhub menambahkan, memang saat ini pihak maskapai sudah memberlakukan kebijakan subclass. Namun sayangnya, hal tersebut belum clear dan jelas bagaimana penerapannya dan implementasinya.

Untuk diketahui, subclass merupakan golongan dalam tiket pesawat di setiap kelas penerbangan. Misalnya, untuk penerbangan first class, ada subclass F dan P, yang merupakan tiket dengan harga termahal (full fare).

 Baca Juga: Menhub Sebut Garuda Indonesia Tak Tulus Turunkan Harga Tiket

Sementara, di kelas bisnis dan eksekutif, ada kode subclass J dan C yang merupakan tiket dengan harga termahal (full fare). Di kelas ekonomi, umumnya, menggunakan kode subclass Y.

"Saya kemarin ketemu dirut Garuda (Indonesia), saya minta untuk pentarifan itu lebih clear. Disampaikan bahwa subclass itu sudah dilakukan tapi saya menganggap apa yang dilakukan belum clear," ujarnya saat ditemui di Widya Chandra, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Menurut Budi, maskapai seharusnya menyediakan porsi hingga 10% untuk penjualan tiket murah. Namun kenyataan di lapangan, realisasi tersebut belum jelas arahnya.

"Kemarin itu enggak jelas, sekarang saya minta lebih jelas supaya ada porsi untuk mereka yang bisa dijangkau oleh masyarakat banyak termasuk 5%-10% di tarif batas bawah," katanya.

"Saya itu pasti setiap ketemu pasti ditanya soal tarif (tiket pesawat). Jadi hampir tidak pernah ada tarif yang tepat. Jadi kalau kalian (maskapai) sudah bikin, orang luar tidak tahu, berarti dua alternatif, tidak jelas atau memang enggak ada (subclass)," imbuhnya.

 Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub: Belum Sesuai Harapan

Menurutnya agak aneh jika memang pihak maskapai ini tidak menjalankan kebijakan ini. Sebab penerapan subclass sendiri sebenarnya sudah disetujui oleh pihak maskapai.

"Saya sampaikan ke pihak Garuda, saya beri kesempatan Garuda sebagai public company menetapkan sendiri. Toh itu ada di UU kan aturan itu. Kalau 2 minggu lagi tidak bisa, ya saya tetapin. Tapi kan kalau ditetapin untuk public company kurang baik sebenarnya, jadi lebih baik kita ajukan dia lakukan itu," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini