nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos BEI Buka-bukaan Meroketnya IHSG Usai Pilpres

Kamis 18 April 2019 20:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 18 278 2045366 bos-bei-buka-bukaan-meroketnya-ihsg-usai-pilpres-DsTMeWIuJB.jpg Foto: Dirut BEI Inarno Djajadi (Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa apresiasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan salah satu bentuk kepercayaan investor terhadap pelaksanaan pemilihan umum 2019 yang kondusif.

"Kalau kita lihat (Pemilu), berjalan damai, tenang, pencoblosan juga oke. Jadi itu tercermin dalam market di sini, market cukup confident," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Dia menjelaskan pelaksanaan pesta demokrasi yang berjalan kondusif dapat membawa IHSG menuju tren positif secara jangka pendek maupun panjang.

"Kelihatannya, investor sudah buy in terhadap kemarin (Pemilu)," katanya.

 Baca Juga: Pasca-Pilpres, IHSG Melesat 1,58% ke 6.507

Hal senada dikatakan CEO PT Arah Investasi Mandiri, Hendra Martono Liem yang mengatakan sejumlah pelaku pasar saham mulai mengambil posisi beli seiring dengan pelaksanaan Pemilu yang aman.

"Tidak ada kecemasan di diri investor atau suatu gerakan yang kurang bagus. Pemerintah menjaga keamanan tetap kondusif," katanya.

Dia menambahkan kepercayaan di pasar saham juga terlihat dari investor asing yang mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp1,4 triliun pada Kamis (18/4) ini.

IHSG pada Kamis (18/4) ditutup menguat 25,68 poin atau 0,4 persen ke posisi 6.507,22. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 6,17 poin atau 0,6 persen menjadi 1.030,12.

 Baca Juga: Jokowi Effect, IHSG Menguat Seharian ke 6.507

Kendati demikian, Hendra Martono Liem mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap aksi ambil untung ketika harga saham bergerak naik.

"Aksi profit taking tetap membayangi pergerakan pasar saham di saat harga sedang naik. Namun, hal itu wajar," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonom Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat mengingatkan agar investor tidak terlena dengan sentimen Pemilu karena masih terdapat sentimen lainnya.

Sentimen yang juga harus diperhatikan diantaranya laporan kinerja keuangan emiten, kebijakan pemerintah dalam perbaikan defisit transaksi berjalan hingga kabinet baru di pemerintahan mendatang.

"Sentimen-sentimen itu cukup mempengaruhi investor menanamkan dananya di pasar modal," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini