nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat Ditopang Moncernya Kinerja Emiten

Jum'at 19 April 2019 08:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 19 278 2045466 wall-street-menguat-ditopang-moncernya-kinerja-emiten-XP9AsKZkiZ.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Saham-saham industri mendorong S&P 500 dan Dow sedikit lebih tinggi pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menguat dan beberapa laporan laba perusahaan cukup baik.

Ketiga indeks utama saham-saham AS ditutup di wilayah positif menjelang libur akhir pekan tiga hari.

Untuk pekan yang diperpendek karena liburan Jumat Agung, S&P menghentikan kenaikan beruntun selama tiga minggu, sementara Dow dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan.

Penentu arah pasar S&P 500 telah melayang dalam persentase tertinggi sepanjang masa untuk lima sesi terakhir. Demikian seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

"Ini telah menjadi semacam pasar anemia selama beberapa minggu terakhir," kata Managing Partner Keator Group, sebuah perusahaan manajemen kekayaan, Matthew Keator, di Lenox, Massachusetts. "Ada kekhawatiran bahwa sebagian besar pengembalian pada 2019 adalah front-end loaded (biaya yang dibebankan kepada investor ketika melakukan investasi).

 Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Penjualan Ritel AS

Penjualan ritel AS pada Maret melampaui ekspektasi para analis, naik pada laju bulanan tercepat mereka dalam satu setengah tahun, menurut Departemen Perdagangan.

Dalam laporan terpisah, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah 50 tahun.

Saham-saham industri mendorong pasar menyusul hasil kuartalan yang positif dan pernyataan dari juru bicara kementerian perdagangan China bahwa kemajuan telah dibuat dalam pembicaraan perdagangan AS-China.

Dengan musim pelaporan dalam ayunan penuh, laba perusahaan-perusahaan S&P 500 Januari-Maret diperkirakan telah turun 1,7 persen tahun-ke-tahun, yang akan menandai penurunan pertama dalam pendapatan kuartalan sejak 2016.

Dari 77 perusahaan S&P 500 yang telah merilis hasil sejauh ini, 77,9 persen telah mengalahkan konsensus, dibandingkan dengan tingkat rata-rata 65 persen kembali ke tahun 1994.

"Ekspektasi-ekspektasi sangat rendah memasuki kuartal ini, ada beberapa kejutan yang menyenangkan," tambah Keator.

 Baca Juga: Gerak Wall Street dan Ekonomi China Tumbuh 6,4%

Meningkatnya permintaan untuk suku cadang pesawat mendorong laba Honeywell International Inc. Perusahaan menaikkan perkiraan laba setahun penuh, dan sahamnya naik 3,8 persen.

Kerugian bencana yang lebih rendah membantu Travelers Companies Inc melaporkan laba yang lebih tinggi dari perkiraan. Saham perusahaan asuransi properti & korban jiwa ini naik 2,3 persen.

Saham Union Pacific Corp naik 4,4 persen setelah mengalahkan perkiraan labanya, karena kenaikan harga membantu perusahaan kereta api ini mengimbangi dampak cuaca buruk dan banjir.

Di antara yang gagal memenuhi ekspektasi laba, Schlumberger NV melaporkan penurunan laba kuartal pertama sebesar 20 persen. Sahamnya tergelincir 3,9 persen.

Pendapatan kuartalan American Express Co lebih rendah dari perkiraan para analis, tetapi sahamnya mengakhiri sesi dengan kenaikan 1,7 persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 110 poin atau 0,42 persen, menjadi ditutup di 26.559,54 poin. Indeks S&P 500 bertambah 4,58 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 2.905,03 poin. Indeks Komposit Nasdaq menambahkan 1,98 poin,atau 0,02 persen menjadi ditutup di 7.998,06 poin.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh ditutup di wilayah positif. Sektor industri adalah pencetak persentase keuntungan terbesar, naik 1,1 persen.

Perusahaan scrapbook online Pinterest Inc melonjak 28,4 persen dalam debutnya.

Sementara itu, Lyft Inc turun 1,9 persen. Saham perusahaan jaringan transportasi Amerika Serikat yang menyediakan jasa berbagi tumpangan itu sekarang diperdagangkan 19 persen di bawah harga penawaran 72 dolar AS.

Pasar saham AS akan ditutup pada Jumat Agung.

Jumlah saham turun melebihi yang naik, di NYSE dengan rasio 1,07 banding satu dan di Nasdaq dengan rasio 1,05 banding satu.

S&P 500 membukukan posisi 35 tertinggi baru dalam 52-minggu dan dua terendah baru; Komposit Nasdaq mencatat 44 tertinggi baru dan 77 terendah baru.

Volume transaksi di bursa efek AS mencapai 6,79 miliar saham, sejalan dengan rata-rata selama 20-hari perdagangan terakhir. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini