Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta di Balik Jokowi Effect yang Bikin IHSG-Rupiah Menguat

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 20 April 2019 |08:41 WIB
Fakta di Balik Jokowi <i>Effect</i> yang <i>Bikin</i> IHSG-Rupiah Menguat
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Hasil hitung cepat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 yang menunjukkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul sementara dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah menguat.

Penguatan tajam ini dinilai respons positif dari investor pasar modal karena adanya Jokowi Effect, di mana investor menyambut baik hasil sementara tersebut.

 Baca Juga: Jokowi Effect Buat IHSG Menguat Pagi Ini

Berikut fakta-fakta Jokowi Effect yang seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

1. IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

Pada perdagangan Kamis 18 April 2019, pasca-hasil quick count, IHSG dan Rupiah kompak menguat. IHSG dibuka menguat 87,30 poin atau 1,34% ke level 6.568. Sementara Rupiah menguat ke Rp14.010 per USD.

 

2. Investor Menyambut Baik Hasil Quick Count

Investor merespons positif hasil sementara itu karena menilai kinerja Jokowi yang terbilang baik akan kembali dilanjutkan.

"Ada effect euforia unggulnya pasangan 01 Jokowi - Maruf dari hasil penghitungan sementara," kata Analis PT Bahana Sekuritas Lathief Gunawan Mohamad.

 Baca Juga: Hasil Quick Count Pilpres Akan Direspons Positif Investor

3. Investor Asing Lakukan Beli Bersih

Investor asing sangat menyambut baik hasil hitung cepat itu. Terlihat dari aksi beli yang dilakukan investor asing dalam beberapa menit usai perdagangan dibuka. Tercatat, ketika pasar dibuka ada aksi beli Rp800 miliar.

4. Jokowi Effect Dinilai Bertahan 1 Bulan

Euforia dari keunggulan petahana hanya akan bertahan dalam satu bulan ke depan. Selebihnya investor akan memperhitungkan kinerja keuangan dari emiten-emiten.

"Maksimal euphoria kemenangan ini akan berlangsung maksimal satu bulan ke depan. Setelah itu investor akan kembali berpikir logis dan rasional melihat kinerja keuangan masing-masing emiten," kata Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang.

 Baca Juga: Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp14.010/USD

5. Investor Berburu Obligasi

Bahana TCW Investment Management optimistis pasar obligasi Indonesia masih menjadi incaran para investor pada 2019 karena adanya dukungan dari kondisi ekonomi nasional yang membaik.

"Mata uang Rupiah terjaga terhadap dolar AS, inflasi cukup terkendali serta sentimen hasil quick count pemilu yang sesuai ekspektasi membuat pasar obligasi kita masih dilirik investor," ujar Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonom Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement