nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lippo Karawaci Setujui Right Issue USD730 Juta

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 13:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 20 278 2045825 lippo-karawaci-setujui-right-issue-usd730-juta-cdP0HSxOA5.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui pelaksanaan right issue atau penerbitan saham baru senilai USD730 juta.

”Right issue USD730 juta untuk meningkatkan likuiditas dan melanjutkan investasi di proyek-proyek utama termasuk Meikarta,” ujar Vice President, Head of Corporate Communication LPKR Danang Kamayan Jati.

Danang mengatakan, harga pelaksanaan right issue telah ditetapkan sebesar Rp235 per saham yang merupakan diskon 35,3% terhadap harga penutupan perdagangan saham perseroan pada 16 April 2019.

Baca Juga: Danai Ekspansi Bisnis, Lippo Karawaci Dapat Dana Segar USD280 Juta

Setelah memperoleh persetujuan para pemegang saham dalam RUPST, rencana right issue ini diharapkan dapat dilaksanakan pada semester pertama 2019,” katanya. Menurut Danang, pada 21 Maret 2019 LPKR telah menerima penyetoran lebih awal sebesar USD280 juta dalam bentuk tunai dari pemegang saham PT Inti Anugerah Pratama (IAP) dan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki IAP.

Penyetoran lebih awal ini merupakan penyetoran modal di muka untuk bagian hak dari IAP dalam right issue. Dalam RUPST, lanjut Danang, para pemegang saham perseroan juga menyetujui pencalonan anggota dewan komisaris yang baru sebagai bagian dari rencana transformasi strategis perseroan.

ihsg 

Adapun dewan komisaris LPKR terdiri atas Presiden Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit John Prasetio, Komisaris Stephen Riady, George Raymond Zage III, Kin Chan, serta Komisaris Independen dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi Anangga W Roosdiono ”Selain mengawasi pelaksanaan strategi perseroan, kami akan memastikan bahwa LPKR terus melaksanakan praktik-praktik tata kelola perusahaan yang baik, dalam prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan,” ujar John Prasetio.

Sementara CEO LPKR John Riady mengatakan, setelah menyelesaikan right issue, LPKR diharapkan akan menerima perbaikan peringkat surat utang yang positif dari Fitch Ratings dan S&P Global Ratings sehingga akan meningkatkan kemampuan pendanaan perseroan.

Di sisi lain, John menuturkan, perseroan telah membuat kemajuan yang signifikan dalam usulan penjualan sahamnya di dua usaha patungan layanan kesehatan di Myanmar, yaitu Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited dan Pun Hlaing International Hospital Limited kepada OUE Healthcare Limited.

(Rakhmat Baihaqi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini