Kemudian beban pokok penjualan juga tercatat turun 0,8% dari Rp1,7 triliun di tahun 2017 menjadi Rp1,68 triliun di 2018. Lalu laba kotor turun 4,4% dari Rp1,01 triliun di 2017 menjadi Rp962,96 miliar di 2018. Hal ini membuat laba usaha turun 17,8% dari Rp225,32 miliar menjadi Rp185,12 miliar dan laba bersih turun 3,4% dari Rp179,13 miliar di 2017 menjadi Rp173,05 miliar di 2018.

Meski demikian manajemen masih meyakini TCID punya potensi besar di pasar domestik Indonesia. Untuk itu Mandom masih terus meluncurkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Sebagai informasi, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp173,04 miliar atau turun 3,35% dibanding periode yang sama tahun 2017yang mencatat laba bersih sebesar Rp179,12 miliar. Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan dalam negeri dalam kisaran dua digit.
Selama ini, pasar domestik memang menjadi tulang punggung kinerja TCID. Strategi Mandom Indonesia untuk memfokuskan penjualan pada produk fast moving terbukti dapat mendukung pencapaian penjualan domestik tersebut. Untuk mengimbangi strategi di pasar domestik, perseroan juga memperluas pasar ekspor yakni dengan menambah varian produk yang didistribusikan. Sejumlah produk yang menjadi andalan TCID di pasar antara lain produk perawatan rambut dan produk perawatan kulit. Kedua segmen ini menjadi kontributor terbesar kinerja perseroan sepanjang tahun lalu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.