nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Cetak Rekor Ditopang Saham Amazon hingga Twitter

Rabu 24 April 2019 07:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 24 278 2047270 wall-street-cetak-rekor-ditopang-saham-amazon-hingga-twitter-ywkYzKHMv0.png Foto: Reuters

NEW YORK - Saham-saham di bursa Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi setelah reli berbasis luas, karena serangkaian laporan laba perusahaan yang lebih baik dari perkiraan, sehingga meredakan kekhawatiran tentang perlambatan.

Dalam perdagangan Selasa (23/4/2019), indeks acuan akhirnya menghapus semua kerugian curam pada akhir 2018, dengan mengakhiri hari di atas rekor sebelumnya yang dicapai pada 20 September. Indeks ditutup hanya 0,3% di bawah rekor hariannya 2.940,91 poin yang tercapai pada 21 September.

S&P telah meningkat 17% sejauh tahun ini, dengan bantuan dari Federal Reserve yang dovish dan harapan akan resolusi perdagangan AS-China serta awal yang baik untuk musim pelaporan laba emiten kuartal pertama. Demikian seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

"Apa yang mendorong S&P naik adalah keyakinan umum bahwa indeks akan membuat tertinggi baru," kata Rick Meckler dari Cherry Lane Investments, sebuah kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey, yang memperkirakan lebih banyak laporan laba di akhir pekan dapat mendorong indeks di atas tertinggi sepanjang masa.

 Baca Juga: Wall Street Lesu Jelang Laporan Kinerja Emiten Kakap

Keragaman sektor industri yang melaporkan hasil kuat pada Selasa (23/4/2019) memberi jaminan lebih lanjut kepada Tony Roth, kepala investasi di Wilmington Trust di Wilmington, Delaware, yang memperkirakan tren itu akan berlanjut.

“Hari ini adalah hari yang sangat luas mewakili ekonomi secara keseluruhan. Itulah yang mendorong pasar," kata Roth mengutip hasil kinerja keuangan dari United Technologies Corp, Lockheed Martin Corp dan Coca-Cola Co.

"Jika musim laba sama kuatnya dengan yang kami harapkan, rambu utama berikutnya adalah situasi perdagangan dengan China dan penyelesaiannya," kata Roth.

Dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 145,34 poin atau 0,55% menjadi ditutup di 26.656,39 poin. Indeks S&P 500 bertambah 25,71 poin atau 0,88% menjadi berakhir di 2.933,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 105,56 poin atau 1,32% lebih tinggi menjadi 8.120,82 poin.

 Baca Juga: Penguatan Saham Coca-Cola dan Twitter Jadi Daya Dorong Wall Street

Keuntungan perusahaan-perusahaan S&P 500 masih diperkirakan akan turun 1,3% di kuartal pertama, dalam apa yang dikatakan analis bisa menjadi kontraksi laba pertama sejak 2016. Namun, perkiraan sebagian besar telah membaik sejak awal April.

Amazon.com Inc, yang akan melaporkan hasil akhir pekan ini naik 2,2% memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P lebih tinggi, dengan rebound dalam perawatan kesehatan, yang naik 1,6%, memberikan dorongan terbesar. Sektor layanan kesehatan telah mengalami penurunan 6,7% dalam dua minggu terakhir karena masalah kebijakan AS.

"Orang-orang yang baru menyadari (layanan kesehatan) terpukul sejauh ini, mungkin ada baiknya mengambil peluang," kata Robert Pavlik, kepala strategi investasi dan manajer portofolio senior di SlateStone Wealth LLC di New York.

Sektor kebutuhan pokok konsumen adalah satu-satunya sektor S&P yang mengakhiri hari lebih rendah, karena investor lebih menyukai taruhan berisiko. Sektor energi dan utilitas adalah pemain terlemah berikutnya pada hari itu.

Saham Twitter Inc melonjak 15,6% setelah perusahaan media sosial itu membukukan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan dan peningkatan mengejutkan dalam pengguna aktif bulanan.

Hasbro Inc melonjak 14,2% setelah pembuat mainan ini melaporkan laba kuartalan yang mengejutkan.

Coca-Cola naik 1,7% setelah penjualan kuartalannya mengalahkan estimasi, sebagian dibantu oleh permintaan yang kuat untuk Coke Zero.

Lockheed Martin meningkat 5,7% setelah melaporkan hasil kuartalan positif dan meningkatkan perkiraan laba setahun penuh, karena permintaan yang kuat untuk rudal dan jet tempurnya.

United Technologies naik 2,3% setelah menaikkan perkiraan laba setahun penuh.

Sementara itu, Procter & Gamble Co turun 2,6% dan merupakan hambatan terbesar di pasar setelah melaporkan penurunan margin operasi kuartal ketiga.

Jumlah saham yang naik melebihi yang turun, di NYSE dengan rasio 2,91 banding satu dan di Nasdaq dengan rasio 2,82 banding satu.

S&P 500 membukukan 47 tertinggi baru dalam 52-minggu dan empat terendah baru, serta Komposit Nasdaq mencatat 80 tertinggi baru dan 45 terendah baru.

Di bursa AS, ada 6,75 miliar saham yang berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 6,64 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini