nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Modal Himpun Dana Rp28,34 Triliun pada Kuartal I-2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 08:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 278 2047281 pasar-modal-himpun-dana-rp28-34-triliun-pada-kuartal-i-2019-w22T8J5DHp.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas di sektor jasa keuangan pada kuartal I-2019 masih terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari positifnya kinerja di pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, selama kuartal I-2019,penghimpunan dana di Pasar modal mencapai Rp28,34 triliun.

"Penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp28,34 triliun," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (23/4/2019) malam.

 Baca Juga: Bos BEI Buka-bukaan Tantangan Pasar Modal, dari Pilpres hingga The Fed

Selama kuartal I-2019, investor non residen mencatatkan net buy (pembelian bersih) di pasar saham dan pasar SBN masing-masing sebesar Rp12,13 triliun dan Rp73,87 triliun. Hal ini seiring dengan meredanya tekanan dari pasar keuangan global.

Sementara itu, kinerja intermediasi keuangan masih solid dengan pertumbuhan kredit perbankan masih pada level dua digit dan didukung dengan profil risiko yang terjaga pada level yang rendah. Per Februari kredit perbankan tumbuh 12,13% yoy dengan rasio NonPerforming Loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,59%.

"Pertumbuhan kredit perbankan ini didorong oleh kredit produktif yaitu kredit investasi yang tumbuh mencapai 13,96% dan kredit modal kerja yang tumbuh mencapai 12,75%," kata Wimboh.

Baca Juga: Investor Asing Dominasi Pasar Modal Indonesia, Ini Buktinya

Selain itu, penyaluran kredit perbankan ini didorong oleh 4 sektor yang pertumbuhan kreditnya lebih tinggi dari rata-rata industri yaitu sektor pertambangan, listrik gas dan air, konstruksi dan transportasi.

Sedangkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan per Februari 2019 masih tumbuh positif mencapai 4,61% yoy dengan Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan per Februari 2o1g yang relatif terjaga sebesar 2,70%.

Wimboh menambahkan, dalam menjaga resiliensi Lembaga keuangan nasional dalam menghadapi downside risk perlambatan ekonomi global, OJK terus meningkatkan kapasitas pelaku di industri keuangan, baik dari sisi permodalan maupun manajemen risikonya.

Selain itu, OJK akan terus meningkatkan peran sektor jasa keuangan untuk menyediakan pembiayaan bagi pembangunan khususnya melalui pengembangan pasar modal baik dari sisi supply maupun demand.

OJK juga akan terus membuka akses keuangan seluas luasnya bagi UMKM dan masyarakat di daerah pedesaan dan daerah terpencil di antaranya melalui perluasan pemanfaatan teknologi keuangan, penyaluran KUR dengan skema kluster dan pendirian Bank Wakaf Mikro.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini