Sebelumnya, Direktur Strategy, Compliance and Risk BTN, R. Mahelan Prabantarikso pernah bilang, sebagai perusahaan negara, perseroan harus saling membantu BUMN. Lagi pula, kata dia, BTN juga sudah lama ingin berbisnis di bidang asuransi jiwa."Kita pada prinsipnya saling membantu. Memang BTN saat ini posisinya ingin bisnis asuransi jiwa, sudah lama kita sampaikan. Jadi kita bisa lakukan ini,” kata Mahelan.
Meski begitu, Mahelan mengaku dalam pembentukan anak usaha Jiwasraya ini belum ada porsi pembagian saham. Perusahaan masih menghitung nilai saham yang bakal dimasukkan. Asal tahu saja, langkah pembentukan anak usaha Jiwasraya dan penerbitan MTN merupakan langkah penyelesaian kewajiban pembayaran klaim pemegang polis Jiwasraya yang sudah jatuh tempo pada Oktober 2018 sebesar Rp802 miliar.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko mengungkapkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian pembayaran polis yang telah jatuh tempo itu. Penyelesaiannya akan dilakukan bertahap mulai Kuartal II 2019 dan ditargetkan selesai paling lambat pada kuartal II 2020. Perseroan memiliki beberapa strategi dalam menyelesaikan kewajiban kepada nasabah. Beberapa strategi itu antara lain, Jiwasraya akan membentuk anak usaha, Jiwasraya Putra yang akan melibatkan empat BUMN yakni, BTN, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Telkomsel (Persero). Targetnya, anak usaha itu akan terbentuk pada Juni 2019.
Jiwasraya juga berencana menerbitkan surat utang untuk membayar kewajiban klaim. Kemudian, Jiwasraya akan mengekspansi digitalisasi dalam bisnis perseroan. Selanjutnya Jiwasraya akan mengoptimalisasi aset properti perusahaan yang menganggur.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)