Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Strategi Korea Tingkatkan Kedaulatan Energi

Rani Hardjanti , Jurnalis-Rabu, 24 April 2019 |16:55 WIB
Intip Strategi Korea Tingkatkan Kedaulatan Energi
Foto: Direktur Megaproyek Pertamina Ignatius Tallulembang
A
A
A

JAKARTA - Korea saat ini telah menjelma menjadi negara industri. Bahkan Negeri Gingseng ini berhasil meningkatkan suplai energi dan pertumbuhan ekonominya yang sangat pesat.

"Padahal Korea 10-15 tahun yang lalu mirip dengan Indonesia. Kenapa bisa seperti itu? karena mereka memiliki visi energi," ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) Ignatius Tallulembang dalam acara Media Workshop Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, di kantornya, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, Korea sangat paham dengan kebutuhan energi yang sangat tinggi untuk menopang pertumbuhan ekonomi sehingga mereka meningkatkan kemampuan kilang dan teknologi energinya. "Negara kita juga harus mengikuti hal yang sama. Apalagi energi itu sangat sangat penting," imbuhnya.

Baca Juga: Pertamina Bakal Beli Airbus A400 untuk Pelita Air

Saat ini, kebutuhan energi dalam negeri khususnya BBM tercatat 1,4 juta barel per hari. Sementara produksi dari kilang yang ada hanya mampu memproduksi 680.000-700.000 barel. "Artinya setengahnya kita harus impor," jelas Ignatius.

Dia mengakui, saat ini kondisi kilang di Indonesia masih memiliki sejumlah kendala. Di mana kilang minyak yang ada telah berusia 20 hingga 30 tahun dengan spesifikasi mengolah sweet crude bukan minyak yang memenuhi standar paling mutakhir yakni Euro 5. Saat ini kilang di Indonesia hanya mampu mengolah minyak sesuai dengan standar Euro 2. Sementara kebutuhan domestik saat ini harus memenuhi standar Euro 4.

Kondisi lainnya, lanjut Ignatius, sebagian besar kilang menggunakan teknologi lama. "Hal lain yang perlu diperhatikan, Asia Tenggara saat ini sudah dalam kondisi defisit bahan bakar," tegas dia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement