Kartini Zaman Now di Mata Menteri Susi dan Wanita Sukses Lainnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 25 320 2048129 kartini-zaman-now-di-mata-menteri-susi-dan-wanita-sukses-lainnya-7bm8Q4tyKp.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memiliki pandangan mengenai kartini zaman now. Hal tersebut dia sampaikan dalam acara She Tokopedia "Be Your Own Version of Kartini".

Menurut Susi, kartini zaman now tidak boleh punya pikiran yang berbeda dengan pria. Wanita dan pria itu memiliki derajat yang sama.

"Jangan berpikir kita berbeda dengan pria. Maka kita lakukan yang sama dengan pria. Jadi kita jangan berpikir berbeda," ujarnya di Tokopedia Tower, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Hari Kartini, Momentum Membangun Ekonomi Perempuan

Selain itu, wanita zaman now harus bisa menggunakan keunikannya. Contohnya, ucapan tenggelamkan yang menjadi slogan berbeda jika diucapkan dari mulut seorang pria.

"Kita harus bisa menggunakan keunikan dari wanitanya. Mungkin kalau tenggelamkan yang teriaknya laki-laki itu akan berbeda makna dan artinya," ucapnya.

Sementara itu, Pembalap Formula Car Alexandra Asmasoebrata menilai, kartini zaman now jangan pernah takut untuk mencoba sesuai dengan semangat dari Raden Ajeng (RA) Kartini pada masa lampau.

"Jangan takut buat mencoba kalau enggak mencoba kita enggak akan tahu bakal gimana," ucapnya.

Baca Juga: Sri Mulyani: Perjuangan dan Pemikiran Kartini Sumber Inspirasi

Sedangkan menurut CEO Amazara Uma Hapsari, wanita zaman now jangan mau yang instan. Maksudnya, kartini zaman now harus bisa menikmati setiap proses untuk menuju sukses.

"Karena saya basicnya pengusaha maka harus nikmatin prosesnya. Jangan mau cepatnya aja," kata Uma.

CEO Du'Anyam Azalea Ayuningtias juga berpendapat yang sama. Kartini zaman now harus bisa saling membantu dan mendukung wanita lainnya untuk sama-sama sukses.

"Harus sebisa mungkin mendukung perempuan lain dengan cara kecil pun data mencoba memberikan ketepatan misalnya ngomonging perempuan lain. Kalau bisa kita berubah kearah lebih supportif supaya maju bareng bareng," jelasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini