nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukit Asam Bagikan Dividen Rp3,76 Triliun

Jum'at 26 April 2019 11:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 26 278 2048290 bukit-asam-bagikan-dividen-rp3-76-triliun-tKyakvNZYQ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen senilai Rp3,76 triliun setara 75% dari total laba bersih pada 2018 kepada para pemegang saham. Besaran dividen per lembar saham adalah Rp326.

Kata Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, berkah membukukan laba bersih sepanjang 2018 sebesar Rp5,02 triliun, tumbuh 12% dari laba bersih tahun sebelumnya yakni Rp4,48 triliun mendorong perseroan untuk memberikan nilai lebih kepada pemegang saham berupa pembagian dividen. “Sementara sisa laba bersih sebesar 25% akan digunakan sebagai cadangan umum,”ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (26/4/2019).

Baca Juga: Bukit Asam Bidik Produksi Batu Bara 3,8 Juta Ton

Pada 2019, PTBA memiliki target penjualan batu bara sebesar 28,38 juta ton yang terdiri dari 13,67 juta ton penjualan domestik dan 14,71 juta ton penjualan ekspor. Peningkatan target penjualan ditopang oleh rencana penjualan ekspor untuk batubara medium to high calorie sebesar 3,8 juta ton. Kemudian guna mendukung rencana itu, maka peningkatan produksi juga harus dilakukan. Tahun ini setidaknya produksi batu bara PTBA bisa tumbuh tipis 3% dari realisasi pada 2018 menjadi 27,26 juta ton.

Selain target kerja 2019 dan pembagian dividen, RUPST tahun buku 2018 juga melakukan perubahan pada nomenklatur untuk penyelarasan dan efektivitas koordinasi internal di holding pertambangan. Perubahan terjadi untuk direktur operasi produksi menjadi direktur operasi dan produksi serta direktur SDM dan umum menjadi direktur Sumber Daya Manusia (SDM). Tidak ada penggantian jabatan untuk Dewan direksi dan komisaris.

Sekadar informasi, saat ini pendapatan perseroan dari penjualan batubara sendiri disumbang dari penjualan batubara secara domestik sebesar 46% dan penjualan ekspor sebesar 54%. Sedangkan pendapatan lain di luar penjualan batubara baru sekitar 4%. Pendapatan lainnya itu dimaksud berasal dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

ihsg

Untuk tahun ini, perseroan membidik penjualan batu bara ke pasar ekspor sebesar 12 juta ton atau sekitar 40% dari target volume penjualan tahun ini. Nantinya, rencana ekspor batu bara tersebut merupakan kombinasi batu bara kalori medium dan kalori tinggi. Di kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,34 triliun. Pendapatan turun 7,16% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,75 triliun.

Perseroan menjelaskan, penurunan disebabkan oleh pelemahan harga batubara newcastle sebesar tujuh%. Pelemahan juga terjadi pada harga batubara thermal Indonesia (ICI) sebesar 24% dibandingkan harga rata-rata triwulan pertama 2018. Disebutkan, perolehan pendapatan di kuartal pertama 2019 ditopang oleh pendapatan penjualan batubara domestik sebesar 46%, ekspor 50% dan aktivitas lainnya seperti penjualan listrik, briket, CPO dan jasa sebesar 4%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini