Penjualan BBM Turun, Pendapatan AKR Corporindo Turun 13,65% di Kuartal I

Senin 29 April 2019 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 29 278 2049356 penjualan-bbm-turun-pendapatan-akr-corporindo-turun-13-65-di-kuartal-i-oRy6jhT4eN.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kuartal pertama 2019, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan penurunan pendapatan 13,65% menjadi Rp5,03 triliun dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan yang lebih rendah ini terjadi karena karena harga jual BBM yang lebih rendah.

Penjualan BBM AKRA di kuartal pertama turun 16,47% menjadi Rp3,55 triliun. Penjualan kimia dasar dan lainnya turun 10,53% menjadi Rp 1,19 triliun. Demikian seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Sementara pendapatan jasa logistik naik 15,08% menjadi Rp164,37 miliar dan pendapatan tanah kawasan industri naik lebih dari empat kali lipat menjadi Rp4,63 miliar dari kuartal pertama tahun lalu Rp1,13 miliar.

 Baca Juga: AKR Corporindo Bukukan Laba Bersih Rp1,64 Triliun

Distributor bahan bakar minyak, bahan kimia dasar serta penyedia jasa logistik & supply chain ini mencatat penurunan laba hingga 78,30% menjadi Rp201,56 miliar di kuartal pertama 2019 dari periode yang sama tahun lalu Rp929 miliar.

Laba AKRA pada kuartal pertama tahun lalu terdongkrak oleh laba neto dari penjualan aset sebesar Rp664,21 miliar dan laba neto dari operasi yang dihentikan Rp64,48 miliar.

Sedangkan pada kuartal pertama tahun ini, AKRA tidak mencatat laba dari kedua pos ini. Direktur Utama AKRA, Haryanto Adikoesoemo mengatakan, pada 2018 AKR fokus pada proses transformasi yang telah dilakukan sejak 2017. Berbagai perbaikan terkait proses kerja, sumber daya manusia dan teknologi informasi terus dilakukan dan ditingkatkan.

 Baca Juga: Pefindo Revisi Outlook Peringkat AKR dari Positif Jadi Stabil

Selain itu, sejak 2017, emiten itu fokus pada pengembangan potensi bisnis dalam negeri. AKR mencapai kinerja yang baik pada 2018 dengan menerapkan rekonsolidasi portofolio, ekspansi infrastruktur logistik, kemitraan strategisdengan BP, dan mengembangkan pendapatan berulang dariJava Integrated Industry Estate and Port (JIIPE).

“Penambahan kapasitas dan perluasan jaringan ritel untuk stasiun pengisian bahan bakar AKR dan BP-AKR akan menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan penjualan segmen perdagangan dan distribusi," kata Haryanto.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini