nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

'Bosan' Rugi, Begini Cara Krakatau Steel Meraup Untung

Senin 29 April 2019 14:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 29 278 2049363 bosan-rugi-begini-cara-krakatau-steel-meraup-untung-8tymjH78Yb.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Melorotnya kinerja keuangan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dengan mencatatkan rugi dalam tiga tahun berturut-turut menjadi perhatian publik dan termasuk PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berkomitmen untuk keluar dari rapor merah laporan keuangan, emiten plat merah ini berharap dapat mencetak laba setelah mengalami rugi USD74,82 juta pada 2018.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, perseroan berharap bisa membukukan untung dengan terus berbenah diri, seperti rencana restrukturisasi utang senilai USD2,2miliar.

“Strategi restrukturisasi di antaranya melalui skema penerbitan convertible bond dan divestasi kepemilikan saham perseroan di entitas anak,” ujarnya seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Senin (29/4/2019).

 Baca Juga: Capai Rp317 Triliun, Bank Mandiri Mau Restrukturisasi Utang Krakatau Steel

Disampaikannya, kedua skema tersebut telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Strategi lainnya, perseroan menerbitkan saham baru (right issue) yang hasilnya digunakan untuk pelaksanaan opsi buyback divestasi kepemilikan saham perseroan pada anak perusahaan perseroan. Namun, rencana right issue akan dieksekusi setelah penerbitan convertible bond dan divestasi entitas anak selesai.

Di samping itu, lanjutnya, perseroan melakukan penataan kembali hutang perseroan dan melaksanakan operational excellence. "Ini semua untuk mengembalikan kinerja Krakatau Steel, setelah 6 tahun mengalami rugi berturut-turut. Dan ini solusi dan waktunya," katanya.

Silmy menambahkan, restrukturisasi dilakukan terhadap utang perseroan senilai USD2,2miliar. Nilai penerbitan convertible bond sekitar USD1miliar yang ditargetkan pada tahun ini. Adapun, jangka waktunya sekitar 5-10 tahun dan dapat diperpanjang. Di samping itu, perseroan berencana melakukan divestasi anak usaha senilai USD1miliar. Divestasi bakal dilakukan selama 3 tahun mulai 2019.

Perseroan masih mengkaji entitas anak yang akan didivestasi. Saat ini KRAS mendorong kinerja entitas anak guna meningkatkan nilai perusahaan. "Convertible bond dan divestasi bagian dari restrukturisasi total. Masing-masing sekitar USD1miliar, sehingga totalnya USD2,2 miliar," imbuhnya.

 Baca Juga: Krakatau Steel Rugi 7 Tahun Berturut-turut, BEI Bakal Panggil Direksi

Tahun ini, perseroan menargetkan volume penjualan produk baja sebesar 3,55 juta ton atau naik 65,54% dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya sebesar 2,14 juta ton. Untuk pendapatan dari hasil penjualan produk baja, perseroan mengincar USD2,56miliar, sedangkan pendapatan dari non-produk baja dan jasa sebesar USD364,47 juta. Dengan demikian, target total pendapatan bersih pada 2019 sebesar USD2,92 miliar atau naik 67,97% dibandingkan dengan ealisasi tahun sebelumnya sebesar USD1,74 miliar.

Adapun, target laba kotor 2019 sebesar USD287,29 juta atau naik USD128,46 juta, dan laba operasi USD138,79 juta naik sebesar USD142,10 juta dibandingkan realisasi 2018. Dengan demikian, target laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD6,37juta pada 2019, dibandingkan dengan realisasi 2018 yang masih membukukan rugi sebesar USD74,82juta.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini