Perseroan mampu menjaga marginnya dengan menerapkan skala ekonomi, peningkatan efisiensi operasional, dan adopsi teknologi. Hermina terus bertumbuh organik secara stabil dengan menambah kapasitas tempat tidur pada rumah sakit yang telah berdiri untuk memenuhi permintaan yang meningkat.

Perseroan mengoperasikan 3.715 tempat tidur di 32 rumah sakit. Tingkat hunian tempat tidur (BOR) berada pada 75,2%, kondisi yang baik mengingat Hermina telah menambahkan sekitar 337 tempat tidur di rumah sakit yang sudah beroperasi. Dalam 3 bulan pertama tahun ini, perseroan telah melayani 94.390 kunjungan rawat inap dan 1,58 juta kunjungan rawat jalan. Total hari rawat inap meningkat sebesar 35,7% menjadi 264.950 hari dengan masa hospitalisasi rata-rata (ALOS) selama 2,6 hari.
Untuk memenuhi target 40 rumah sakit pada akhir tahun 2020, perseroan akan menambah empat rumah sakit baru pada tahun ini. Proses pembangunan empat rumah sakit tersebut sedang berjalan dengan rencana pembukaan pada paruh kedua tahun 2019. Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp800 miliar untuk melakukan ekspansi organik atau inorganik, pemeliharaan, dan investasi lainnya.
Perseroan mengungkapkan, untuk penambahan saturumahsakit tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp110 miliar. Dimana belanja modal tersebut sebagian besar berasal dari arus kas operasional dan pinjaman.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)