Share

Kepala Bappenas: Desain Ibu Kota Baru Sepi dari Penduduk

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 30 470 2049840 kepala-bappenas-desain-ibu-kota-baru-sepi-dari-penduduk-LFzdF71xlP.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju daerah lain menimbulkan kritik dari beberapa kalangan. Mereka beranggapan pemindahan ibu kota tidak efektif karena hanya membuang-buang uang karena pasti kota tersebut akan sepi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, memang desain dari ibu kota baru ini bukan untuk kota yang ditinggali banyak orang. Bahkan dalam rancangannya, pemerintah akan mengontrol jumlah masyarakat yang ada di ibu kota baru tersebut.

"Kalau ada yang bicara ‘Ah nanti kotanya sepi’ Memang kita enggak desain kota itu jadi kota seperti Jakarta," ujarnya saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota Bukan untuk Ciptakan Jakarta Baru

Lagi pula, lanjut Bambang, seperti negara lain, ibu kota baru itu memang tidak perlu memiliki penduduk yang banyak seperti pusat bisnis. Sebagai salah satu contohnya adalah New York dan Washington DC.

"Contoh Washington apakah memang itu sama kaya di New York? Tidak memang di bawah New York sebagai pusat bisnis sama seperti ide pemerintah sekarang," ujarnya.

Mantan Menteri Keuangan itu juga meyakini jika nantinya Ibu Kota pindah jumlah penduduk akan bertambah dengan sendirinya. Sebagai salah satu contohnya adalah pemindahan ibu kota yang dilakukan di Brasil.

Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota Marak Diperbincangkan, Simak 10 Negara yang Lebih Dahulu Berhasil

"Brasilia dibilang sepi dan kota gagal juga enggak tepat. Brasilia jadi kota terbessar ketiga di Brasil," ucapnya.

Meskipun memang jika dibandingkan kota lainya yang ada di Brasil seperti Sao Paolo dan juga Rio De Janiero. Tapi penduduk di kota Brasilia itu saat ini sudah mencapai 2,5 juta jiwa.

"Memang jauh di Rio de Janiero MAUPUN Sao Paolo tapi itu bukan ditujukan itunya. Tapi sekarang di Brasilia sudah 2.5 juta penduduknya sehingga pemerataan ekonominya terjadi," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini