nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Lebih Aktif di Sektor Ekonomi berkat Teknologi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 10:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 01 320 2050146 perempuan-lebih-aktif-di-sektor-ekonomi-berkat-teknologi-qpSBEo7PBP.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pesatnya pertumbuhan teknologi, membawa angin segar untuk para perempuan memuluskan kariernya di dunia bisnis. Keterbukaan ekonomi dalam kemajuan teknologi memungkinkan wanita bisa mengambil peran lebih dalam perekonomian keluarga.

McKinsey Indonesia pada 2018 dan dikutip oleh pembicara pada konferensi yang berjudul “Accelerating the Indonesian Economy Through Gender Equality” menjelaskan Indonesia berpotensi kehilangan USD135 miliar dalam produk domestik bruto (PDB) tahunan jika gagal mengatasi kesetaraan gender dalam enam tahun ke depan.

Baca Juga: Dampak Negatif 'Gila Kerja', Paling Fatal Bisa Meninggal

Angka tersebut meningkat lebih dari 9% dari PDB pada kondisi bisnis yang biasa adalah potensi yang mungkin didapatkan oleh Indonesia jika bisa mendapatkan kondisi kesetaraan gender terbaik di kawasan pada 2025.

“Gender parity didambakan untuk itu (mencapai PDB), lalu selanjutnya bagaimana kita menuju ke sana. Semua pihak harus berpartisipasi tentu di dalamnya juga ada porsi peran pemerintah, swasta, dan individu,” ujar Managing Partner McKinsey Indonesia Phillia Wibowo dalam keterangannya, Rabu (1/5/2019).

Dia juga mengutarakan, terdapat beberapa poin yang perlu dicermati untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam dunia kerja di Tanah Air. Tidak hanya menciptakan pemerataan kesempatan tetapi juga disertai perlindungan hukum dan jaminan hak partisipasi politik. Seluruh penerapannya harus sinergis dari tingkat daerah hingga pusat.

kerja

Senada, Chief of Staff Tokopedia Inna Chandika menjadi salah satu pembicara dalam konferensi ini. Dia menuturkan, untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam dunia kerja harus dimulai dari masing-masing individu. Dengan kata lain, secara personal, seorang perempuan harus melawan pola pikir diri sendiri yang mungkin membatasi propsek kariernya.

“Masalah kita adalah soal persepsi, misalnya bahwa industri STEM selalu male centric. Pangkalnya adalah kesadaran dan persepsi dari para perempuan sendiri, mereka mampu untuk masuk dan berkarya di dunia kerja,” ucapnya.

Sementara itu, Deputy Managing Director DEKA Marketing Research Yanti Nisro Corbett mengutarakan, kehadiran perempuan secara lebih setara dalam dunia kerja khususnya jajaran manajemen senior mampu membuat perusahaan lebih dinamis dan inovatif.

"Engagement dalam perusahaan juga lebih tinggi,” katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini