nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Negatif 'Gila Kerja', Paling Fatal Bisa Meninggal

Sabtu 27 April 2019 07:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 25 320 2047838 dampak-negatif-gila-kerja-paling-fatal-bisa-meninggal-Rtb5o8CowT.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Proses pemungutan suara Pemilu 2019 baru saja berlangsung. Pemilu tahun ini berbeda dari biasanya, karena Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) berjalan bersamaan. Sayangnya, pemilu kali ini juga menyisakan duka.

Tak sedikit petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dikabarkan meninggal dunia. Menilik data Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga 23 April 2019, pukul 16.30 WIB, ada 119 petugas KPPS yang meninggal dunia. Kelelahan disebut-sebut sebagai pemicu kematian para petugas KPPS.

Tentu kasus tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua. Bekerja berlebihan rupanya punya efek negatif. Yuk, berikut adalah dampak negatif bila bekerja berlebihan yang dilansir dari CekAja.com:

Baca Juga: Chief Financial Officer Jadi Posisi Terpopuler Kartini Indonesia

Efek Kelelahan Bekerja

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan, terdapat banyak masalah kesehatan yang bisa timbul akibat kelelahan karena menanggung pekerjaan yang terlalu banyak. Masalah yang dimaksud yaitu risiko timbulnya penyakit kardiovaskular, gangguan muskuloskeletel, gangguan psikologis, bunuh diri, kanker, bisul, hingga gangguan fungsi kekebalan.

Bekerja terlalu lama juga memicu stres. Tingkat stres yang tinggi bisa membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Menurut para ahli, kondisi tersebut, meski sangat jarang, berpotensi sebabkan kematian.

Pada dasarnya, stres memengaruhi setiap orang dengan cara berbeda. Menurut Medical Director Stanford Cardiovascular Health Dr. Alan Yeung, terdapat dua jenis stres emosional yang dapat berdampak pada jantung.

kerja

Pertama yaitu stres akut yang biasanya terjadi secara tiba-tiba setelah kejadian traumatis, seperti kecelakaan mobil, gempa bumi. Kedua yaitu stres kronis yang menumpuk seiring waktu. Perilaku tidak sehat, seperti makan yang buruk, tidak olahraga, juga stres kronis karena bekerja berjam-jam, bisa meningkatkan tekanan darah atau kolesterol.

Nah, ketika seseorang menghadapi kedua jenis stres tersebut pada level tinggi, detak jantung dan tekanan darah mereka bisa meningkat. Kemudian menurut American Heart Association, gagal jantung dapat terjadi ketika jantung tidak memompa sebagaimana mestinya untuk memberikan jumlah darah kaya oksigen secara tepat ke sel-sel tubuh.

Bagaimana kemungkinan meninggal karena terlalu banyak bekerja? Yeung mengatakan bahwa gagal jantung karena stres mungkin hanya akan berakibat fatal jika berbagai faktor datang bersamaan, termasuk periode stres yang berlangsung lama dan situasi stres mendadak.

Bagaimana mencegah efek yang buruk? Orang yang memiliki gejala penyakit jantung harus segera mencari perhatian medis. Ada juga banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mengelola stres sebelum jadi masalah. Beberapa cara yang diketahui untuk mengurangi stres termasuk olahraga, makan sehat, tidak merokok, mencari waktu tenang, dan mendapatkan dukungan dari teman dan keluarga.

kerja

Fenomena Karoshi

Di Jepang, terdapat fenomena yang disebut karoshi, yaitu kematian karena terlalu banyak bekerja. Tak sedikit karyawan di Jepang yang bunuh diri atau menderita gagal jantung dan stroke karena jam kerja yang panjang.

Terdapat sebuah survei tahun 2016 tentang kasus karoshi terhadap 10.000 pekerja Jepang. Survei menemukan lebih dari 20 persen responden melewati setidaknya 80 jam lembur dalam sebulan.

Salah satu contoh kasus karoshi di Jepang yaitu kematian Miwa Sado, seorang jurnalis di kantor berita NHK. Dia melewati 159 jam lembur dalam satu bulan di tempat kerjanya. Dia meninggal pada Juli 2013 karena gagal jantung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini