Tiket Pesawat Mahal, Jumlah Penumpang Domestik Turun Jadi 6,03 Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 320 2050646 tiket-pesawat-mahal-jumlah-penumpang-domestik-turun-jadi-6-03-juta-A77yv9PHkn.JPG Pesawat. Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Maret 2019 sebanyak 6,03 juta penumpang. Angka tersebut mengalami penurunan tajam 21,94% dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 7,73 juta penumpang.

Meski jika dibandingkan dengan Februari 2019, mengalami kenaikan 7,18 dari sebelumnya sebanyak 5,63 juta penumpang.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan jumlah penumpang domestik di angkutan udara ini didorong masih mahalnya harga tiket pesawat. Pada bulan Maret 2019 angkutan udara tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,03%.

Baca Juga: Menhub Putar Otak Turunkan Harga Tiket Pesawat

Hingga saat ini, harga tiket pesawat tetap tinggi, di mana pada April 2019 sumbangan inflasi angkutan udara masih sebesar 0,03%. Kata dia, dari pemantauan 82 kota terdapat 39 kota yang mengalami kenaikan harga tiket pesawat.

"Seperti di Banjarmasain yang harga tiketnya naik 23%," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Dia mengatakan, kondisi ini membuat masyarakat beralih dari ke moda transportasi lainnya. Imbas terbesar dirasakan pada angkutan laut yang mengalami kenaikan.

pesawat

Pada Maret 2019 jumlah penumpang angkutan laut mencapai 1,71 juta, mengalami kenaikan 7,68% dari Maret 2018 yang sebanyak 1,59 penumpang. Begitu pula bila dibandingkan dengan bulan Februai 2018, jumlah penumpang kapal laut naik 3,43% dari posisi 1,66 juta.

"Kalau harga tinggi tentu akan berpindah ke transportasi lain. Dan itu terlihat turunnya (penumpang pesawat) lumayan tajam," kata dia.

Di sisi lain, kondisi ini juga berdampak pada penurunan tingkat okupansi atau penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Maret 2018. Di mana turun 4,21 poin dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya menjadi sebesar 52,89%.

"Dibandingkan dengan Februari 2019 mengalami kenaikan 0,45 poin. Tapi dibandingkan tahun sebelumnya turun agak tajam yakni 4,21 poin," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini