Dinilai Mahal, Menhub Bikin Quick Count Evaluasi Tarif Baru Ojek Online

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 320 2050763 dinilai-mahal-menhub-bikin-quick-count-evaluasi-tarif-baru-ojek-online-Mp4H9018sM.jpg Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan penjelasan terkait peraturan tentang tarif baru ojek online (Ojol). Di mana aturan tersebut banyak keluhan dari penumpang ojol.

"Saya balik ke belakang. Saat saya menetapkan, itu didasarkan perwakilan konsumen, pengendara dan operator. Semuanya ada. Ini hasil dari perjumpaan kepentingan. Dengan dasar itu kita tetapkan. Walaupun dari awal saya merasa ini ditetapkan lebih banyak permintaan pengendara," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta, Kamis (2/5/2019).

 Baca Juga: Dikeluhkan Mahal, Kemenhub Evaluasi Tarif Ojek Online

Maka itu, lanjut dia, dirinya menetapkan 5 kota untuk tarif baru itu. Dan Kemenhub akan memberikan waktu satu minggu untuk evaluasi aturan tersebut.

"Nanti saya juga akan adakan semacam survei, seperti quick count gitu, faktanya masyarakat maunya berapa. Jadi kami akan evaluasi selama satu minggu lagi," tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan telah mengeluarkan peraturan tentang tarif baru atau biaya jasa ojek online (Ojol). Peraturan ini mulai diberlakukan di 5 kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Dan Makassar yang mewakili 3 zona.

Sebagi informasi, besaran tarif terbagi menjadi 3 zona, yaitu: zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali. Untuk zona 2 adalah Jabodetabek. Sementara untuk zona 3 adalah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya.

 Baca Juga: Tarif Baru Ojol, Penumpang: Harganya Jadi Mahal Banget!

Untuk Zona 1, biaya jasa batas bawah nett Rp1.850, biaya jasa batas atas Rp2.300, Zona 2, biaya jasa batas bawah nett Rp2.000, biaya jasa batas atas Rp2.500 dan Zona 3, biaya jasa batas bawah Rp2.100, biaya jasa batas atas Rp2.600.

Selain itu, peraturan tersebut juga memberlakukan tarif buka pintu atau biaya jasa minimal yang harus dibayarkan hingga empat kilometer perjalanan, yaitu Rp8.000-Rp10.000 untuk wilayah Jabodetabek.

Biaya jasa minimal artinya perjalanan nol hingga empat kilometer diberlakukan tarif yang sama, yaitu Rp8.000-Rp10.000, artinya tarifnya ‘flat’ hingga empat kilometer.

Biaya jasa minimal ditentukan berdasarkan zona, Zona 1 yakni Jawa Sumatera dan Bali berlaku Rp 7.000-Rp10.000, Zona 2 Jabodetabek Rp8.000-Rp10.000 dan Zona 3 Kalimantan, Sulawesi dan lainnya Rp7.000-Rp10.000.

Sementara itu, untuk Zona 1, biaya jasa batas bawah nett Rp1.850, biaya jasa batas atas Rp2.300, Zona 2, biaya jasa batas bawah nett Rp2.000, biaya jasa batas atas Rp2.500 dan Zona 3, biaya jasa batas bawah Rp2.100, biaya jasa batas atas Rp2.600.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini