JAKARTA - Salah satu harapan dari kebijakan pemindahan ibu kota negara adalah terjadinya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Maka, untuk dapat merealisasikan hal tersebut kajian pindah ibu kota harus dilakukan dengan matang.
Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) berpandangan, jika kajian dilakukan dengan baik, dampak positifnya akan dirasakan masyarakat di daerah. Harus diakui, ibu kota negara baru akan menjadi lokomotif yang menarik ekonomi daerah-daerah lain. Terutama, untuk daerah-daerah yang selama ini sulit bergerak.
“Saya kira kajian harus sangat matang. Selain itu, persiapannya juga harus baik sehingga pemerataan bisa terlihat,” kata Direktur Eksekutif KPPOD Robert Endi Jaweng saat dihubungi kemarin.
Seperti diketahui, pekan lalu pemerintah menyatakan akan memulai perencanaan pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa. Di antara wacana yang muncul, alternatif ibu kota negara adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Robert mengakui, rencana pemindahan ibu kota negara akan berdampak positif bagi daerah.
Baca Juga: Sofyan Djalil Pastikan Jakarta Tetap Jadi Pusat Bisnis