Menurut Bambang, pembuatan ibu kota Baru bukan berarti membuat Jakarta versi baru. Dia menekankan, kota yang dibangun ini luasnya lebih kecil dari Jakarta dan memang dibangun khusus untuk pemerintahan. Sehingga pusat bisnis tetap berada di Jakarta.
"Jadi sebenarnya ini tidak hanya sekedar membuat Ibu Kota baru tapi juga membuat perekonomian baru sehingga bisa menyeimbangi kesenjangan yang selema ini terjadi antara Jawa dan pulau di luar Jawa," kata dia.
Baca Juga: Sofyan Djalil Pastikan Jakarta Tetap Jadi Pusat Bisnis
Adapun pemerintah memiliki tiga kandidat pemindahan ibu kota yakni di Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi. Di mana ada dua skenario pemindahan yakni pertama dengan anggaran Rp466 triliun untuk kebutuhan lahan mencapai 40 ribu hektare (ha) dan 1,5 juta jiwa terdiri dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kementerian dan lembaga (k/l), tingkat legislatif dan yudikatif, serta pelaku ekonomi dan anggota TNI dan Polri.
Skema kedua yakni dengan anggaran sebesar Rp323 triliun untuk kebutuhan lahan mencapai 30 ribu ha dan ASN yang bekerja di tingkat k/l, tingkat legislatif dan yudikatif, serta pelaku ekonomi dan anggota TNI dan Polri yang bermigrasi sebanyak 870 jiwa.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.