JAKARTA - Pendapatan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada kuartal pertama 2019 mengalami kenaikan sebesar 22,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, laba bersih perseroan di periode tersebut terkoreksi sebesar 42%. Demikian seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Baca Juga: Laba Semen Indonesia Naik 86,66% Jadi Rp3,08 Triliun
General Manajer Corporate Communication Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan, perseroan berhasil membukukan pendapatan di kuartal pertama sebesar Rp8,127 triliun atau mengalami kenaikan dibanding tahun lalu sebesar Rp6,61 triliun. Sementara itu, laba bersih di kuartal pertama sebesar Rp238 miliar, atau mengalami penurunan dibanding periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp411 miliar.
Disampaikannya, penurunan ini disebabkan karena adanya kenaikan beban biaya bunga sebesar 210,8% atau sebesar Rp712 miliar dari beban biaya bunga pada periode sebelumnya sebesar Rp229 miliar, yang merupakan dampak dari proses akuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI). Di sisi kinerja, perseroan mencatatkan total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 8.886 juta ton, termasuk penjualan dari PT SBI yang baru diakuisisi pada Januari 2019.
Baca Juga: Akuisisi Holcim, Semen Indonesia Targetkan Ekspor 5 Juta Ton Semen
Volume penjualan tersebut naik 19.24% dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar 7.451 juta ton. Dari jumlah itu, volume penjualan yang di ekspor Semen Indonesia tercatat sebesar 757 ribu ton, naik sebesar 13.84% dibanding periode yang sama pada 2018 yakni sebesar 665 ribu ton.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.