Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Mulai Diet Plastik di Kantor Kemenkeu

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Rabu, 08 Mei 2019 |14:34 WIB
Sri Mulyani Mulai Diet Plastik di Kantor Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti kerusakan lingkungan akibat penggunaan plastik yang berlebihan. Menurutnya, Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai negara yang memiliki laut terkotor di dunia akibat sampah plastik.

Oleh sebab itu, dia mendukung gerakan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengurangi sampah plastik, salah satunya melarang penggunaan botol minuman plastik.

"Paling tidak di kantor saya, di gedung kita, tidak ada lagi minuman botol plastik," katanya dalam acara DhawaFest Pesona 2019 di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Baca Juga: Georgia Belajar dari RI untuk Jadi Tuan Rumah Annual Meeting ADB pada 2021

Dia menyatakan, langkah ini harus diikuti oleh seluruh kantor pejabat Eselon I Kemenkeu. Hal ini dimaksudkan menunjukkan kepedulian pada laut Indonesia.

"Saya harap di semua Eselon I enggak ada yang menggunakan botol plastik lagi, kalau masih ada tolong laporkan ke saya," kata dia.

Menurutnya, Kemenkeu harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat secara umum mengenai pengurangan penggunaan plastik. Hal itu juga dapat diperlihatkan dengan mengurangi penggunaan plastik pada event Dhawa Festival yang berlangsung tiga hari ke depan.

"Kita harus jadi role model di kantor maupun rumah, kalau kita konsisten itu bisa mengubah gaya hidup kita. Kantong dan sedotan plastik, kalau bisa tidak digunakan. Saya sering terima bingkisan suvenir itu kantongnya dari kain, bagus-bagus, itu kan bisa digunakan lagi," jelasnya.

sri mulyani

Dia pun berharap, dengan perubahan gaya hidup di lingkungan Kemenkeu maka akan berdampak pada pengurangan emisi karbon. "Kalau di lingkungan Kemenkeu semakin memunculkan gaya hidup sirkular, kita menjadi sangat peka dan bisa kurangi emisi karbon," kata dia.

Di samping itu, Sri Mulyani juga mengimbau masyarakat untuk bisa hidup berhemat, terutama dalam bulan puasa agar tidak menjadi konsumtif. Kendati demikian, bukan berarti tidak melakukan belanja, dirinya tetap mendorong masyarakat untuk belanja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Memang masyarakat tidak perlu konsumtif, tapi tetap harus belanja agar mendukung pertumbuhan ekonomi kita. Kalau belanja sudah cukup, duit masih ada, maka beramal agar yang tidak mampu bisa belanja," katanya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement