Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profesi Guru Tak Menarik, Generasi Milenial Lebih Suka Jadi Pengusaha

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 09 Mei 2019 |10:10 WIB
Profesi Guru Tak Menarik, Generasi Milenial Lebih Suka Jadi Pengusaha
(Foto: Ilustrasi Koran Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Guru tidak lagi menjadi cita-cita yang diidamkan. Kalangan pelajar generasi now ternyata lebih memilih menjadi pengusaha atau profesi kekinian lain ketimbang menjadi pahlawan tanda jasa tersebut.

Tren ini ditemukan berdasar survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap peserta ujian nasional (UN). Dari angket yang disebar, hanya 11% siswa yang ingin menjadi guru. Angket UN 2019 diisi oleh 512.500 siswa (25,94%) peserta UN berbasis komputer 2019. Setiap sekolah maksimal 60 siswa mengisi angket. Jumlah sekolah responden adalah 8.549 SMA/MA (40%). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengungkapkan, angket yang disebar di sekolah formal salah satunya diarahkan untuk mengetahui cita-cita anak di masa depan.

Baca Juga: Jangan Minder, Ini Keunggulan Fresh graduate di Mata Perusahaan

‘’Kebanyakan mereka ingin jadi wirausahawan hebat. Yang (ingin jadi) presiden juga ada. Banyak,’’ ujar Totok di Jakarta kemarin. Mantan Atdikbud RI di Washington DC ini menjelaskan, dari total responden angket yang menjawab ingin menjadi guru hanya 11%, sedangkan 89% lainnya menjawab bukan bercita-cita menjadi guru. Dari 11% yang ingin menjadi guru, 80% di antaranya berasal dari pelajar perempuan. “Angket menggali lebih dalam tentang siapa siswa yang ingin menjadi guru, karena guru sebagai tonggak utama pendidikan yang akan mendidik anak bangsa di masa depan,” katanya.

Dia lantas menuturkan, jika dilihat lagi dari hasil UN siswa yang ingin menjadi guru rerata nilai UN mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika capaiannya lebih rendah dibandingkan siswa yang memilih profesi lainnya sebagai cita-cita. Intinya, ujar Totok, yang ingin menjadi guru bukanlah siswa yang nilai akademisnya terbaik dari seluruh responden. Sebenarnya, lanjut dia, pemerintah sangat berharap seseorang yang menjadi tenaga pendidik adalah siswa-siswi terbaik. Apalagi, saat ini guru yang sudah bersertifikat itu digaji dua kali lipat.

guru

‘’Seperti di Finlandia (yang menjadi), guru merupakan the best, top of the creme ini tertarik menjadi guru. Di Indonesia, rasanya belum berdampak,’’ jelasnya. Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto menanggapi positif banyaknya siswa yang ingin menjadi pengusaha. Dia menilai bangsa Indonesia saat ini banyak membutuhkan pengusaha sebagai penggerak ekonomi. Adapun mengenai minimnya pelajar yang ingin menjadi guru, menurut dia hal tersebut tidak bisa dipaksa karena profesi guru tidak hanya terkait minat, tetapi kompetensi dan keseriusan hati para calon guru.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement