nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HM Sampoerna Tebar Dividen Rp117,2/Saham

Jum'at 10 Mei 2019 12:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 10 278 2053924 hm-sampoerna-tebar-dividen-rp117-2-saham-6IiysUYuJa.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Emiten produsen rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp13,63 triliun kepada pemegang saham atau setara Rp117,2 per saham.

Keputusan pembagian dividen tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Kata Mindaugas Trumpaitis, Direktur Utama HM Sampoerna, perseroan mempertahankan posisi kepemimpinan di Indonesia dengan pangsa pasar 33,0% dan volume penjualan tahunan sebanyak 101,4 miliar unit. Demikian seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

 Baca Juga: Turun 3,7%, Penjualan Rokok Sampoerna Capai 22,1 Miliar Batang

Pangsa pasar perseroan mencakup 30,2% dalam segmen sigaret kretek mesin, 60,9% dalam segmen sigaret putih mesin, dan 37,7% dalam segmen sigaret kretek tangan.

Tercatat sepanjang tahun 2018 kemarin, HMSP melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp106,7 triliun dan laba bersih sebesar Rp13,5 triliun. Masing-masing menunjukkan peningkatan sebesar 7,7% dan 6,8% dibanding 2017. Perusahaan menyatakan dividen sebesar Rp 117,2 per saham untuk 2018.

 Baca Juga: Laba Bersih HM Sampoerna Naik 6,85% Jadi Rp13,54 Triliun

Perusahaan juga memaparkan kinerja pada kuartal I/2019. Estimasi total industri turun sebesar 0,8%, terutama disebabkan oleh pergerakan persediaan barang dagang pada kuartal ini, menyusul absennya kenaikan pajak cukai pada Januari 2019.

Pangsa pasar dan volume penjualan mengalami sedikit penurunan sebesar 32,2% dan 22,1 miliar unit, yang utamanya disebabkan oleh total pasar yang lebih rendah dan selisih harga ritel A Mild terhadap merk pesaing yang semakin besar setelah kenaikan harga pada Oktober 2018. Pendapatan bersih dan laba bersih tumbuh sebesar 2,9% dan 8,4% menjadi Rp23,8 triliun dan Rp3,3 triliun, didorong oleh harga yang lebih tinggi di berbagai merek dalam portofolio.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini