Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buka Perdagangan Saham, BPJS Kesehatan Incar Perusahaan yang Belum Punya JKN

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 15 Mei 2019 |10:49 WIB
Buka Perdagangan Saham, BPJS Kesehatan Incar Perusahaan yang Belum Punya JKN
BPJS Kesehatan. (Foto: Feby/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini dibuka oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Selain membuka perdagangan, dilakukan juga nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan PT Bursa Efek Indonesia tentang optimalisasi penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat dan Edukasi Pasar Modal.

"Jadi ini wujud kerjasama dan sinergi penyelenggaraan JKN-KIS. Di mana di institusi ini terdapat banyak perusahaan yang sudah go publik sehingga banyak informasi yang bisa didapat dari sini," ujar Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (15/5/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani: Jangan Sampai 10 Tahun BPJS Kesehatan Bangkrut

Dia mengatakan, di BEI terdapat 629 perusahaan terbaik dan 728 perusahaan yang telah terbitkan instrumen. Dari banyaknya perusahaan tersebut, diharapkan bisa menambah data base peserta JKN-KIS.

"Jadi sekarang bagaimana perusahaan yang ada di sini bisa menjadi data base BPJS, karena institusi kami ini strategis," tuturnya.

BPJS

Sementara itu, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan, dari kerjasama ini diharapkan BPJS Kesehatan bisa mendapat informasi badan usaha mana yang belum ikut JKN.

"Jadi dari 700 lebih badan usaha yang ada, kita akan lihat apakah di antaranya sudah terdaftar di 260.000 perusahaan yang terdaftar. Jadi bisa juga yang ada di sini sudah jadi peserta JKN. Jadi targetnya semua yang belum terdaftar, jadi kita komparasi data dulu," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement