nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Bambang Kumpulkan Ahli hingga Pengusaha Properti Bahas Ibu Kota Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 11:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 16 470 2056398 menteri-bambang-kumpulkan-ahli-hingga-pengusaha-properti-bahas-ibu-kota-baru-swjncJ3eAv.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegeoro menggelar acara dialog tentang pemindahan ibu kota negara. Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah pakar dari perencana kota, pengamat infrastruktur hingga pengusaha properti.

Seperti misalnnya Direktur Eksekutif, Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan Wicaksono Sarosa, Transportation Engineering Reseaarch Group ITB Ibnu Syabri, Pengamat Sosiologi Turro Selrits Wongkaren, Danny Hilman Natawijaya, dan ada juga pengamat tata ruang dari Universitas Trisakati Yayat Supriatna.

Tak hanya itu ada juga ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata dalam diskusi ini. Dan yang terakhir adalah ada pengamat infrastruktur Bernardus Djonoputro.

 Baca Juga: Ketimpangan Bisa Melebar di Ibu Kota Baru, Kok Bisa?

Menurut Bambang, dialog ini sangat penting untuk menerima masukan dari seluruh stekholder tentang ibu kota baru ini. Karena dalam pemindahan ibu kota sendiri nantinya pemerintah akan melibatkan seluruh stekholder baik dari sisi pengusaha swasta maupun perencana kota.

"Kami juga ingi mendapatkan masukan dari utamannya kelompok para perencanaan dan saya terima ikatan ahli perencana kota, ada juga REI kan juga bahas orangnya, kan peduduknya. Kita juga minta lembaga demografi karena Indonesia berada di ring on fire," ujarnya dalam acara dialog pemindahan ibu kota di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Menurut Bambang, dengan adanya diskusi ini diharapkan rencanaan pemindahan ibu kota bisa semakin matang, sehingga pemindahaan ibu ota bisa segera terlakasana secepatnya.

 Baca Juga: Menteri Basuki Undang Arsitek hingga Seniman Desain Ibu Kota Baru

Sebab menuru Bambang, tujuan dari pemindahan ibu kota ini sangat penting untuk mengurangi beban dari pulau Jawa kususnya Jakarta. Berdasarkan catatannya, Jawa ini menanggung bebant 150 juta dari 260 juta penduduk Indonesia.

"Konsentrasi penduduk ini sangat kelihatan di Jawa. Bayangkan 150 juta orang hidup di Jawa padahal wilayah kalah dibandingkan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Jadi harus diselesaikan," katanya.

Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan, pemindahan ibu kota baru ini dengan tegas bukan untuk menyaingi Jakarta. Karena memang kota baru ini di desain hanya untuk 1,5 juta penduduk saja.

"Dari segi desain kami memikirkan ibu kota baru ini seperti Washington DC kota yang basisnya pusat pemerintahan. Apakah menyaingi New York? tidak, apakah didesain seperti New York tidak," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini