NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street tegelincir pada pembukaan perdagangan Jumat (17/5/2019) waktu setempat. Setelah pada tiga sesi perdagangan sebelumnya terus-menerus naik.
Pelemahan perdagangan didorong kehawatiran investor karena kembali memanasnya hubungan dagang antara AS dan China. Setelah media besar China, Daily's Party membuat headline pemberitaan yang menyatakan perang dagang hanya akan membuat Cina lebih kuat dan tidak akan pernah membuat negara itu bertekuk lutut.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 90,51 poin atau 0,35% menjadi 25.772,17. Lalu S&P 500 turun 11,56 poin atau 0,40% ke 2.864,76. Serta Nasdaq Composite juga turun 36,74 poin atau 0,47% menjadi 7.861,31.
Melansir Reuters pada Jumat (17/5/2019), jika China tetap menerapkan kenaikan tarif impor mulai dari 5%-25% terhadap 5.140 produk AS yang bernilai USD60 miliar pada 1 Juni 2019, maka hal itu akan mendorong AS untuk melanjutkan kenaikan tarif untuk barang impor China senilai USD300 miliar.
Kedua negara tersebut juga diperkirakan segera akan bertemu di China untuk melanjutkan pembicaraan.
"Memuncaknya kekhawatiran perdagangan dan ketegangan geopolitik membebani investor," kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities di New York.
Ketegangan yang meningkat antara dua negara ekonomi terbesar itu berdampak pada saham emiten pembuat peralatan pertanian yakni Deere & Co (DE) yang turun 4,3%, Caterpillar Inc dan 3M Co turun 0,7%.
Perusahaan teknologi juga mengalami penurunan, seperti Apple Inc yang turun hampir 1,2%. Indeks chip Philadelphia pun turun 0,2%.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.