nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspansi, Perusahaan Korea Butuh 1.000 Sarjana Kimia dari Indonesia

Sabtu 18 Mei 2019 20:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 18 320 2057394 ekspansi-perusahaan-korea-butuh-1-000-sarjana-kimia-dari-indonesia-0kdXtj1ZTb.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Lotte Chemical Corporation, salah satu perusahaan besar di Korea saat ini tengah berekspansi besar-besaran di Indonesia. Lotte Chemical menggelontorkan investasi dengan membangun pabrik petrokimia, bernilai sebesar USD3,5 miliar. Untuk itu perusahaan membutuhkan setidaknya 1.000 sarjana kimia dari Indonesia.

Hal itu terungkap pada acara Job Fair yang diadakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dalam pelaksanaan, KBRI menggandeng Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) bertema “Introduction Session to Job Opportunity”, pada hari Jumat, (17/5/2019).

Pensosbud KBRI Seoul Purno Widodo menyebutkan, job fair diadakan sehubungan dengan perusahaan-perusahaan Korea yang sedang membuka peluang kerja bagi ribuan tenaga kerja Indonesia.

Industrial Bank of Korea (IBK) menyatakan tengah membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk menduduki jabatan manajerial, serta staff tingkat menengah dan tinggi di berbagai bidang di perusahaan yang akan berekspansi di Indonesia pertengahan tahun ini dengan mengakuisisi Bank Agris dan Bank Mitraniaga. IBK membuka peluang pekerjaan kepada orang Indonesia yang secara khusus menempuh pendidikan ataupun tinggal di Korea.

Baca Juga: 7 Pekerjaan dengan Upah di Bawah Rata-Rata Nasional

Selain Lotte Chemical Corporation dan IBK, perusahaan lain seperti OCI (industri kimia dan energi), CJ Logistic, dan LG International juga turut terlibat dalam kegiatan Job Fair ini. Acara diisi dengan presentasi oleh masing-masing perusahaan dan dilanjutkan dengan One on One Meeting/Consultation dengan para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia atau WNI alumni dari berbagai universitas di Korea.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi berharap agar perusahaan maupun peserta mahasiswa Indonesia yang berpartisipasi dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.

"Keduanya mempunyai ketertarikan yang sejalan. Para perusahaan tersebut dapat memperoleh tenaga kerja handal yang sudah memahami bahasa, budaya, kebiasaan dan etos kerja Korea sekaligus memahami pasar Indonesia," ujarnya seperti dilansir dari Antaranews, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Hal senada juga diungkap Ketua Perpika Rian Mahardhika yang datang sekaligus sebagai peserta. "Ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa Indonesia maupun perusahaan Korea yang berekspansi di Indonesia untuk mendapatkan tenaga kerja terbaik," ujarnya.

Job fair ini merupakan program perdana KBRI dalam rangka diplomasi ekonomi sekaligus promosi tenaga professional Indonesia untuk bekerja di berbagai perusahaan multinasional Korea. Kebutuhan akan tenaga professional Indonesia yang memiliki kemampuan bahasa Korea dan pengetahuan budaya kerja Korea terus meningkat seiring dengan peningkatan investasi perusahaan Korea di Indonesia. Setelah sesi konsultasi, Job fair ditutup dengan buka puasa bersama.

Baca Juga: Masih Banyak Tenaga Kerja Lulusan SD, Jokowi Ingin Pembangunan SDM Bisa Segera Diselesaikan

Job Fair KBRI Seoul akan diselenggarakan secara berkala mengingat minat peserta yang tinggi. Bahkan pendaftaran terpaksa ditutup dua minggu sebelum kegiatan berlangsung karena keterbatasan tempat.

Saat ini terdapat tidak kurang dari 1.700 an mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Korea Selatan. Ratusan dari mereka diwisuda tiap tahunnya. Jika data ini dikelola dengan baik, maka akan menjadi sumber tenaga kerja yang luar biasa.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini