Dia mengatakan, helikopter sipil ini baru bisa terbang dari pukul 06.00-18.00 WIB. Heliport ini akan dilengkapi dengan 10 koridor yang diizinkan untuk terbang selama 24 jam. Ada pun helikopter yang bisa dipakai untuk mengangkut penumpang melakukan perjalanan dari heliport dan ke Bandara Soetta adalah jenis Bell 42 dan Bell 505. Direktur PT AP II Muhammad Awaludin mengatakan, taksi helikopter ke Bandara Soetta akan menambah fasilitas pengunjung yang akan terbang ke luar negeri dan domestik dari Bandara Soetta. “Dengan adanya transportasi helikopter ini, tentu akan menjadi daya saing di dunia penerbangan dan membuat level Bandara Soetta terangkat dibandingkan dengan bandara negara-negara lainnya,” ungkapnya. Karena itu, pihaknya menyambut positif rampungnya pembangunan tahap pertama heliport tersebut.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Runway Bandara Abdul Rachman Saleh Bakal Diperpanjang
Dengan demikian, heliport komersial ini dapat segera dioperasikan. “Kami sangat mengapresiasi upaya Whitesky, karena telah menginisiasi membangun heliport komersial pertama Indonesia yang dapat meningkatkan citra dan reputasi Bandara Soetta,” ujarnya. Keberadaan bandara khusus helikopter komersial ini merupakan bagian dari program konektivitas transportasi yang mengatur sistem multimoda transportasi. “Multimoda ini di maksudkan agar semua moda angkutan transportasi terkoneksi dan saling mendukung untuk transportasi yang lainnya, mulai dari bus, taksi, kereta, dan helikopter ke Bandara Soetta,” kata dia. Khusus helikopter, meski tidak langsung mendarat di Ban dara Soetta, bisa menghubungkan tempat-tempat yang sulit dijangkau di Jakarta maupun di Bandung.
Pentingnya keselamatan penerbangan dengan helikopter yang harus dijaga membuat Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto angkat bicara. Pihaknya akan membuat standar keselamatan. “Semua harus sesuai dengan standar dan prosedur keselamatan penerbangan. Kami telah membuat standard operating procedure (SOP) agar pelayanan helikopter tidak mengganggu lalu lintas penerbangan yang ada di Bandara Soetta,” tuturnya. Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengatakan, beroperasinya heliport di Bandara Soetta akan mempermudah mobilitas dan menambah pilihan masyarakat menuju ke bandara. Layanan ini, meski dinilai untuk kalangan atas, patut diapresiasi sehingga membuka peluang bisnis baru di bidang transportasi udara untuk segenap lapisan masyarakat. “Tentu ini akan menambah mobilitas dari dan menuju ke bandara. Saya kira potensi pasarnya juga cukup besar,” tandasnya.
(Hasan Kurniawan)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.