Garuda Indonesia Terpaksa Naikan Harga Tiket Pesawat, Begini Ceritanya

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 21 320 2058469 garuda-indonesia-terpaksa-naikan-harga-tiket-pesawat-begini-ceritanya-NSwnEX0p8s.jpeg Foto: Feby Novalius (Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terpaksa menaikan harga tiket pesawat dengan berbagai faktor salah satunya nilai tukar Rupiah. Keluhan tersebut disampaikan manajemen Garuda ke Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menjelaskan, tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sejak 2014 atau awal diterbitkan hingga sekarang tidak pernah berubah. Adapun komponen pembentuk tarif, yakni bahan bakar dan nilai tukar Rupiah.

"Kondisi Rupiah dan fuel itu tentu sangat beda dengan 2019. Dalam 5 tahun, dulu Rp10.500 dan sekarang Rp14.400, fuel dulu USD60 sekarang sekitar USD70. Itu sebabkan kita perlu banyak inovasi untuk penghematan," ujarnya, di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2019).

Dengan perubahan komponen pembentuk harga tersebut, manajemen Garuda pun menyesuaikan tarif yang sebelumnya dikisaran 70% dari TBA.

"Nah ini dinaikan 20-25% dari TBA atau 95% dari TBA. Nah di sini ada kenaikan tarif, namun kenaikan tertinggi itu dari segmen LCC. Kalau Garuda saya lahir juga memang tinggi. Jadi kita naik 20% karena tidak tahan dengan harga fuel dan kurs yang melemah. Jadi mau tidak mau harus dinaikan," tuturnya.

Meski menaikan tarif, Ari memastikan, Garuda Indonesia tidak melanggar aturan apapun soal tarif tiket pesawat.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini