Share

Harga Tiket Pesawat Sulit Turun, Begini Penjelasannya

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 23 320 2059656 harga-tiket-pesawat-sulit-turun-begini-penjelasannya-5A43Ry7Qt3.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (RI) menilai kinerja Menteri Perhubungan lambat sehingga harga tiket pesawat menjadi polemik dengan kenaikan yang tidak terjangkau.

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengatakan, tarif batas atas dan bawah tiket pesawat tidak pernah dirubah. Untuk tarif batas atas (TBA) tidak berubah sejak 2014 dan tarif batas bawah (TBB) sejak 2016.

Dengan tidak dilakukan penyesuaian TBA dan TBB tersebut kenaikan harga tiket pesawat sangat terasa. Pasalnya, komponen pembentuk harga seperti Rupiah di 2014 dengan 2019 sangat berbeda.

"Kami sudah memberikan pendapat, saran-saran pemikiran kepada Menhub. Kondisi tiket saat ini tidak lepas juga dari lambannya Menteri Perhubungan dalam merevisi TBA dan TBB. Tentu Rupiah berbeda, haji pegawai juga beda, biaya fasilitas dan jasa bandaranya beda, kemudian avtur" tuturnya, di Gedung Ombudsman, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Menurutnya dengan banyaknya perubahan seperti Rupiah hingga avtur membuat maskapai tidak lagi punya fleksibelitas ketika ramai ditetapkan tarif tinggi ketika sepi tarif murah.

Dengan kondisi seperti saat ini, Alvin menilai, kebijakan menurunkan TBA tiket pesawat antara 12% hingga 16% tidak akan merubah apapun. Harga tiket pesawat masih akan terasa mahal.

"Satuan biaya angkut per kursi per kilometernya tidak naik. Ini akan menurunkan kalau tadinya Rp1 juta sekarang diturunkan 15% paling-paling hanya turun menjadi Rp850.000. Kalau sebelumnya kan fleksibel, itu mungkin pada sepi masih bisa turun Rp500.000 ke Rp400.000. Nah sekarang dengan batas atas diturunkan sedangkan ongkos airline makin naik," ujarnya.

Menurutnya, Menhub sebaiknya menaikan alokasi cost per seat per km. Dengan kenaikan itu memang jangka pendek tarif batas naik, tapi jangka panjangnnya maskapai punya fleksibelitas lagi dalam menyesuaikan tarifnya.

"Batasnya mungkin kalau sekarang Rp1 juta misalnya, itu akan naik Rp1,3 juta. Tetapi ketika sepi itu bisa turun ke Rp600.000 atau Rp700.000. Kalau dengan TBA sekarang hampir mustahil airlines ditetapkan pemerintah," tuturnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini