Perang Dagang AS-China Memanas, Dampaknya Makin Meluas

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 24 320 2059818 perang-dagang-as-china-memanas-dampaknya-makin-meluas-N0JU5a9me3.jpg Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Pada Selasa lalu (21/5) sebuah survei yang dilakukan American Chambers of Commerce (AmCham) di China dan Shanghai di China menyatakan sekitar 40% perusahaan akan merelokasi bisnis mereka keluar dari China karena perang dagang tersebut. Kemudian survei AmCham mengungkapkan sepertiga respon den menunda dan membatalkan investasinya karena perang dagang tersebut. Kelompok itu merepresentasikan lebih dari 900 perusahaan AS yang beroperasi di China. Peningkatan eskalasi pada konflik perdagangan, termasuk pembatasan terhadap perusahaan raksasa China Huawei, menciptakan ketegangan dengan banyak perusahaan di China.

Hal itu setelah pemerintahan Trump memasukkan Huawei ke dalam perusahaan terlarang, yaitu melarang perusahaan AS untuk membeli teknologi mereka tanpa persetujuan pemerintah. Kepada BBC, Ketua AmCham di China Tim Stratford mengatakan, anggotanya memberikan per hatian penuh terhadap sanksi AS terhadap Huawei. “Secara khusus tentang keputusan Huawei dalam daftar itu, ada perhatian Pemerintah China yang akan membalas aksi tersebut dengan menarget perusahaan AS,” ujarnya. Boeing dan perusahaan farmasi Pfizer dan perusahaan raksasa Coca-Cola juga tergabung dalam AmCham. Tahun lalu Boeing telah membuka pabrik untuk memproduksi pesawat penumpang 737 di China timur.

Begini Ekspresi Pasien Distrofi Otot Berusia 7 Tahun Saat Presiden Donald Trump Berbicara

Presiden Boeing di China John Bruns mengungkapkan, dia sangat terkejut dengan kondisi lingkungan yang di yang disebabkan perang tarif dagang. Bagaimana langkah Pemerintah China? Beijing masih memberikan sinyal untuk bekerjasama dengan Washington untuk menyelesaikan ketegangan per dagangan. Tidak ada diskusi yang dijadwalkan pada perundingan terakhir yang berakhir pada 10 Mei. “China tetap ingin melanjutkan perundingan dengan kolega kita AS untuk mencapai kesimpulan,” kata Duta Besar China untuk AS Cui Tiankai kepada Fox News. Para pemimpin AS dan Chi na pun dijadwalkan akan bertemu dalam KTT G-20 di Jepang pada bulan depan.

Sebenarnya China dan AS terlibat friksi dalam isu perdagangan sejak awal Trump berkuasa. Pada kampanye pemilu presiden pada 2016, Trump berulang kali menuding China melakukan per dagangan tidak adil dan melakukan pencurian hak kekayaan intelektual. Selain produk sepatu dan software, sektor lain yang terkena dampak adalah perdagangan produk kacang-kacangan, mainan anak, kimia, dan permesinan. Produk-produk tersebut mengalami kenaikan tarif impor China dari semula antara 5-10% menjadi 25%. “Tarif baru tampaknya akan berdampak pada produk almon panggang yang diproduksi di AS. Kami sedang bekerja untuk memverifikasi dampaknya,” kata Wakil Presiden Perdagangan Global dan Urusan Pengaturan di Almond Board of Cali fornia, Julia Adams.

Dia menambahkan, sebagian besar ekspor kacang almon dari AS ke China sebelumnya sudah terkena tarif dan akan dikenai tarif yang lebih tinggi. Namun asosiasi dagang di AS mengatakan mereka belum mendapatkan panduan yang jelas mengenai penerapan tarif baru.

(Andika Hendra M/M Shamil)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini