nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trik Menjawab Pertanyaan HRD: Kapan Anda Bisa Mulai Bekerja?

Sabtu 25 Mei 2019 07:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 320 2059926 trik-menjawab-pertanyaan-hrd-kapan-anda-bisa-mulai-bekerja-b7wKkh6Nkl.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Ketika proses seleksi kerja sudah memasuki tahap akhir wawancara, kita akan mendapat pertanyaan: “Kapan Anda bisa mulai bekerja?” Sebenarnya, perusahaan juga ingin segera mendapat karyawan baru yang bisa langsung mulai bekerja.

Namun, kata “besok” belum tentu menjadi jawaban yang terbaik. Melansir Qerja.com, berikut strategi menjawab pertanyaan wawancara “kapan Anda bisa mulai bekerja?” berdasarkan beberapa situasi yang mungkin Anda hadapi.

Jika Anda Bisa Langsung Bekerja

Meski Anda bisa mulai kerja dengan segera, tetapi jawaban “hari ini” atau “besok” nampaknya kurang bijak. Alih-alih menunjukkan antusiasme, Anda bisa saja malah dipandang sebagai orang yang putus asa karena tak kunjung mendapat pekerjaan.

Baca Juga: Cara Mengelola Gaji Besar untuk Para Fresh Graduate

Maka, strategi merespon pertanyaan yang bisa Anda gunakan yaitu menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Anda bisa bertanya balik pada pewawancara tentang urgensi mendapat karyawan baru dan mengisi posisi yang kosong.

Dengan begitu, Anda bisa mencocokkan waktu mulai kerja dengan timeline yang sudah disusun. Atau, jawaban “aman” lainnya adalah dengan mengatakan untuk bisa memulai kerja di awal pekan berikutnya.

Jika Anda Perlu Mengajukan Resign dan Melewati Masa Dua Pekan (Atau Lebih)

Bila masih bekerja di perusahaan lain, tentu saja Anda harus mengajukan pengunduran diri terlebih dahulu pada atasan di tempat kerja saat ini. Setelah itu, Anda harus melewati masa dua pekan bekerja –atau lebih- setelah pemberitahuan resign sebelum benar-benar keluar dari perusahaan. Atau, Anda harus menyelesaikan proyek besar terlebih dahulu sebelum berhenti kerja.

Baca Juga: Trik Mengumpulkan Uang untuk Nikah dalam Waktu 1 Tahun

Anda bisa menjelaskan situasi ini pada pewawancara. Ia akan mengerti alasan tersebut dan menganggap Anda sebagai karyawn yang bertanggungjawab. Jadi, Anda dapat mengatakan bahwa akan mulai bekerja setelah dua pekan (atau sesuai dengan peraturan perusahaan).

Jika ingin memulai kerja lebih cepat di perusahaan baru, Anda bisa mengambil cuti yang belum terpakai sehingga bisa langsung pindah kerja.

Jika Anda Ingin “Istirahat” Sebelum Memulai Pekerjaan Baru

Terkadang, seseorang perlu jeda untuk berpindah dari pekerjaan lama, dan sebelum memulai peran baru. Jadi, meski bisa langsung bekerja, Anda ingin mengosongkan waktu untuk beristirahat atau mungkin berlibur sejenak.

Jika Anda menghadapi situasi tersebut, maka jujur saja pada pewawancara, namun tidak perlu mengungkapkan rencana liburan secara rinci. Strateginya adalah dengan mengatakan bahwa ada beberapa komitmen yang perlu Anda selesaikan terlebih dahulu. Lalu, Anda bisa menyebutkan waktu ideal (setelah jeda) untuk restart dan memulai pekerjaan baru.

Jika Anda Perlu Pindah Lokasi

Kalau pekerjaan baru berada di kota yang berbeda dengan tempat tinggal sekarang, maka Anda harus pindah tempat tinggal. Mengurus relokasi tidak mudah dan butuh waktu agak lama.

Anda harus mencari tempat tinggal baru, memindahkan barang dari rumah lama, dan sebagainya. Apalagi jika Anda akan memboyong pasangan dan anak-anak. Strategi menjawab pertanyaan wawancara ini yaitu berdiskusi dengan pewawancara. Pertama, Anda perlu jujur tentang situasi dan kondisi yang dialami.

Kemudian, Anda bisa menanyakan pendapat pewawancara mengenai waktu ideal untuk seorang pekerja pindah dari kota yang satu ke tempat lainnya. Anda bisa menjadikan jawaban pewawancara sebagai deadline untuk melakukan relokasi.

Jadi, strategi untuk menjawab pertanyaan “Kapan Anda bisa mulai bekerja?” sebenarnya adalah fleksibilitas dan kejujuran. Selain itu, Anda perlu menghindari jawaban terlalu detail mengenai rencana pindah kerja, sebab pewawancara tidak perlu tahu tentang hal itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini