nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag: Ada Beberapa Pedagang yang Naikan Harga saat Puasa

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 14:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 27 320 2060867 mendag-ada-beberapa-pedagang-yang-naikan-harga-saat-puasa-oR0xy97M8z.jpeg Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto (Giri/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut, ada beberapa penguasaha dan pedagang memanfaatkan momen bulan puasa ini untuk mencari keuntungan. Sebab, biasanya permintaan pangan saat bulan puasa ini sangat tinggi.

Enggar berharap pedagang dan pengusaha yang memanfaatkan momen bulan puasa untuk mencari keuntungan tinggi ini bisa segera tobat. Apalagi pada bulan puasa menurutnya, seharusnya para pedagang pasar dan pengusaha menebar kebaikan bukannya mencari untung sebesar-besarnya.

"Ada beberapa yang memanfaatkan yang naikan harga. Kita doakan saja dosanya diampuni. Semoga tidak mengulangi lagi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Baca Juga: Jelang Lebaran, Kemendag Jual Sembako Murah

Enggar menambahkan, dirinya akan melakukan pemantauan terhadap para pedagang yang menaikkan harga tersebut. Jika nanti harganya terlalu tinggi, bisa saja akan dilakukan tindakan.

Di sisi lain, pemerintah juga akan mengirim beberapa staff Kementerian Perdagangan untuk blusukan ke pasar melakukan pemantauan harga di daerah. Jika ditemukan harga yang sangat tinggi, maka pemerintah siap mengeluarkan stok pangannya untuk operasi pasar.

"Kita juga akan lepas staf yang bertugas di pasar," ucapnya.

Enggar juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada pedagang dan pengusaha yang berlaku jujur. Artinya, para pengusaha dan pedagang tidak mengambil keuntungan terlalu tinggi dengan menjual harga sesuai dengan Harga yang ditetapkan pemerintah.

Mendag Enggartiasto Lukita Ingat 3 Tugas dari Presiden Jokowi 

"Semua itu (pengendalian harga) itu bukan kehebatan dari Kementerian Perdagangan tapi dari kita semua. Pedagang yang mampu mengendalikan dirinya untuk tidak memanfaatkan momentum Ramadan," jelasnya.

Selain itu, ada juga beberapa pengusaha swasta yang mau mengikuti regulasi dari pemerintah dengan melakukan wajib tanam minimal 5%.

"Dan dilakukan importir swasta yang wajib tanam 5%. Petani nanti diuntungkan," kata Enggar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini