nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebutuhan Lebaran, Stok Gas Elpiji Capai 17 Hari

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 16:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 28 320 2061371 kebutuhan-lebaran-stok-gas-elpiji-capai-17-hari-dHvyAbED89.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Selain Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok gas elpiji selama periode Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 aman. Diperkiraan ketahanan stok rata-rata mencukupi untuk 17 hari.

"Berdasarkan pemantauan dan pengalaman tahun lalu, Insya Allah stok elpiji tercukupi 17 hari dan mencukupi kebutuhan selama Lebaran," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Terminal BBM, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

 Baca Juga: Selama Ramadan, Konsumsi Elpiji di Bekasi Tembus 20.000 Tabung/Hari

Arcandra menambahkan, untuk menjaga keamanan pasokan BBM dan elpiji, pemerintah membentuk Posko Satgas BBM dan elpiji di Kantor Pusat dan seluruh Kantor MOR (Marketing & Operation Region) Pertamina, monitoring stok BBM di seluruh Terminal BBM melalui sistem komputerisasi SIMSND (Sistem Informasi Manajemen Supply & Distribution), menambah armada Mobil Tanki dan waktu operasional TBBM (jika diperlukan).

"Lebaran tahun ini kita tetap waspada pada kemungkinan risiko terjadinya kekurangan BBM dan elpiji. Insya Allah apa yang sudah disiapkan bisa cukup," ujarnya.

Sementara itu, Pertamina menyiapkan 10 SPBU baru di jalan tol Jawa. Rata-rata untuk 20 Km ada 1 SPBU (di Jawa).

 Baca Juga: Jelang Lebaran, Wamen ESDM Cek Pasokan di Terminal BBM Plumpang

Selain itu, disiiapkan jalur contra flow untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas mobil tanki Pertamina akibat kemacetan lalu lintas (bekerjasama dengan Polri), penjualan Pertamax dalam Kemasan serta fasilitas pengisian di rest area non SPBU dan menyediakan produk BBK dalam kemasan yaitu Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dalam kemasan di SPBU yang selama ini belum menjual BBK.

Terkait potensi Letusan Gunung Berapi, Gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Antisipasi yang dilakukan adalah telah disiapkan informasi peta titik rawan gerakan tanah & gempa bumi, status gunungapi serta Satgas Tanggap Darurat.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini