nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

34.000 Pangkalan Gas Elpiji Disiapkan Antisipasi Lonjakan Harga saat Lebaran

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 17:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 28 320 2061456 34-000-pangkalan-gas-elpiji-disiapkan-antisipasi-lonjakan-harga-saat-lebaran-ueHJ9xKSJN.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan harga gas elpiji selama Lebaran. 34.000 pangkalan siap digerakan jika ada satu wilayah yang mengalami kenaikan harga karena tidak adanya stok.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Ma'sud Khamid mengatakan, pihaknya sudah melakukan identifikasi lokasi-lokasi tujuan mudik. Misalnya, tujuan mudik untuk penggunaan BBM paling banyak di jalan tol. Sedangkan gas elpiji konsentrasi di kota-kota tujuan wisata.

"Jadi kita aktifkan 34.000 pangkalan, kategorikan pangkalan sub-gas. Pangkalan ini setiap saat gerak saat ada info indikasi kelangkaan," ujarnya, di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

 Baca Juga: 1.000 SPBU di RI Sudah Digital

Dia mengatakan, kepada masyarakat dapat melaporkan kondisi terkini jika stok gas elpiji berkurang. Masyaraat bisa menghubungi 135 dan secepatnya tim Pertamina akan merespons.

"Jadi dari tim 135 akan langsung menghubungi ke pangkalan terdekat, kami akan langsung laksanakan operasi pasar," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok gas elpiji selama periode Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019. Diperkiraan ketahanan stok rata-rata mencukupi untuk 17 hari.

"Berdasarkan pemantauan dan pengalaman tahun lalu, Insya Allah stok elpiji tercukupi 17 hari dan mencukupi kebutuhan selama Lebaran," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

 Baca Juga: Kebutuhan Lebaran, Stok Gas Elpiji Capai 17 Hari

Arcandra menambahkan, untuk menjaga keamanan pasokan BBM dan elpiji, pemerintah membentuk Posko Satgas BBM dan elpiji di Kantor Pusat dan seluruh Kantor MOR (Marketing & Operation Region) Pertamina, monitoring stok BBM di seluruh Terminal BBM melalui sistem komputerisasi SIMSND (Sistem Informasi Manajemen Supply & Distribution), menambah armada Mobil Tanki dan waktu operasional TBBM (jika diperlukan).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini