nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Pendengar yang Baik, Kunci Steve Jobs Membuat Apple Sukses

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 06:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 28 320 2061489 jadi-pendengar-yang-baik-kunci-steve-jobs-membuat-apple-sukses-2M3Qcz33Qo.jpg Steve Jobs (Foto: Apple)

JAKARTA - Membawa kesuksesan Apple sebagai salah satu perusahaan teknologi raksasa di dunia, tentu membuat orang tak mempertanyakan keahlian Steve Jobs. Pria pendiri Apple ini memang memiliki pemikiran visioner dibalik beberapa inovasi komputasi personal terkemuka dunia.

Namun, ada satu keterampilan interpersonal yang dimilikinya, yang membuat Jobs menjadi pemimpin bisnis yang brilian. Mantan CEO Apple John Sculley mengungkapkan, Jobs punya kemampuan mendengarkan yang baik.

Sculley, yang menjabat sebagai CEO Apple selama satu dekade dari 1983 hingga 1993, mengatakan kemampuan yang dimiliki Jobs itu tidak datang secara alami. Butuh waktu 12 tahun dan perpisahan yang kontroversial dari Apple untuk mengasah Jobs.

Baca Juga: Kapitalisasi Apple Rp14.500 Triliun, Ini Foto-Foto Steve Jobs saat Merintis dari Nol

Pengunduran diri Jobs dari Apple pada tahun 1985 memang sangat dikenal dunia, saat itu dia berusia 27 tahun. Jobs keluar setelah ada bentrokan pendapat dengan Sculley dan anggota dewan Apple mengenai arah strategis perusahaan.

Jobs pun mendirikan perusahaan perangkat lunak komputer lain, bernama NeXT, sebelum akhirnya 12 tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1997 dia kembali ke Apple.

Job's 1.0 dan Job's 2.0

Sculley mengatakan, ketika Jobs kembali ke Apple pada 1997 setelah membeli NeXT, dia menjadi 'orang yang berbeda'. Sculley menggambarkan dua masa kerja Jobs di Apple sebagai Jobs 1.0 dan Jobs 2.0.

Jobs 1.0 ditandai dengan ambisi yang tak tergoyahkan, tetapi Jobs 2.0 lebih matang dan memiliki kemauan yang lebih besar untuk mendengarkan orang lain.

“Steve sangat brilian dalam hal melihat perkembangan dunia 20 tahun mendatang. Dia sangat karismatik sehingga dia meyakinkan dirinya sendiri, sama seperti dia meyakinkan orang lain, bahwa dia selalu benar, ” kata Sculley tentang Jobs 1.0, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (28/5/2019).

"Tapi saat itu merupakan Steve Jobs muda yang tidak pandai mendengarkan, seperti Steve Jobs yang kembali ke Apple bertahun-tahun kemudian," lanjutnya.

Pada tahun-tahun setelah kembalinya Jobs ke Apple, dia dianggap sangat bertanggung jawab untuk menghidupkan kembali bisnis dari tepi kebangkrutan.

Hari ini, di bawah kepemimpinan Tim Cook, yang menggantikan Jobs sebagai CEO tidak lama sebelum kematiannya pada tahun 2011, Apple menduduki peringkat sebagai perusahaan publik terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Baca Juga: Kata-Kata Inspirasi Sukses dari Steve Jobs

Posisi Apple berada dibawah perusahaan raksasa teknologi lainnya, yakni Microsoft. Di mana menurut Sculley, CEO Microsoft Satya Nadella merupakan contoh pendengar yang hebat.

Baru-baru ini, Sculley mengatakan dia bertemu dengan Chairman Microsoft John Thompson, dan bertanya bagaimana Thompson menjelaskan keberhasilan kepimpinan Nadella. Lalu dijawab oleh Thompson bahwa "Dia (Nadella) pendengar yang luar biasa dan memiliki pikiran yang terbuka."

"Jadi itu adalah keterbukaan dan kesediaan untuk mendengarkan. Itu benar-benar membuat perbedaan besar di Microsoft," kata Sculley yang menurutnya Nadella telah menyelamatkan bisnis Microsoft ketika telah 'jatuh keluar jalur'.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini