nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapat Paripurna, Sri Mulyani Sampaikan Tanggapan Pemerintah Soal RAPBN 2020

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 14:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 20 2065304 rapat-paripurna-sri-mulyani-sampaikan-tanggapan-pemerintah-soal-rapbn-2020-OB5ly5wItL.jpeg Rapat Paripurna DPR RI. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar rapat paripurna pada hari ini, Selasa (11/6/2019). Rapat kali ini beragendakan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPK) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020.

Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) sebagai pihak dari pemerintah.

 Baca Juga: Bahas Kerangka APBN 2020, DPD Panggil Wamenkeu

Adapun rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon tersebut dimulai pukul 14.00 WIB yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II, DPR RI. Kendati ruang rapat nampak sepi dari kehadiran anggota DPR, namun tercatat 292 anggota DPR yang menandatangani kehadiran dari 500 anggota.

"Dengan jumlah anggota tersebut sehingga rapat dinyatakan kuorum. Maka dengan demikian sesuai dengan tata tertib dewan rapat bisa dimulai," ujar Fadli saat membuka Rapat Paripurna.

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna yang berlangsung pada 20 Mei 2019, Sri Mulyani menyampaikan usulan asumsi makro RAPBN Tahun 2020 dengan mempertimbangkan berbagai potensi dan risiko yang akan dihadapi Indonesia tahun depan.

Baca Juga: APBN 2020 Masih Dihantui Defisit 1,52%

Pemerintah mengusulkan target pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,3-5,6%. Sedangkan inflasi disasar terjaga pada kisaran 2%-4%. Selain itu tingkat bunga SPN 3 bulan berada di 5%-5,6%.

Lalu nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp14.000-Rp15.000 per USD. Serta harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD6O-USD70 per barel di tahun depan. Sementara, lifting minyak bumi mencapai 695 ribu hingga 840 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas bumi mencapai 1,19 juta hingga 1,30 juta barel setara minyak per hari.

Pemerintah juga menargetkan rasio pajak (tax ratio) pada tahun 2020 dalam kisaran 11,8% hingga 12,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan defisit dalam RAPBN tahun 2020 ditargetkan bisa terjaga di kisaran 1,75% hingga 1,52% dari PDB. Keseimbangan primer ditargetkan bisa positif dan rasio utang bisa di kisaran 30% terhadap PDB.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini