nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik Tak Wajar, Saham Trisula Textile Masuk Pengawasan BEI

Selasa 11 Juni 2019 13:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 278 2065264 naik-tak-wajar-saham-trisula-textile-masuk-pengawasan-bei-eHlv9ZFPOW.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Lantaran mengalami kenaikan harga di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Trisula Textile Industires Tbk (BELL) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (10/6)

Dilansir dari Harian Neraca, Selasa (11/6/2019), merespons hal tersebut, pihak BEI mengimbar investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas konfirmasi bursa. Selain itu, investor juga diminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten tersebut.

Baca Juga: Perkuat Industri Tekstil, Investasi Sektor Bahan Baku Terus Dipacu

Sebagai informasi, pada perdagangan perdana Senin (10/6), saham BELL melesat 10,83%. Data perdagangan menunjukkan, pada penutupan sesi I, saham BELL naik 10,83% di level Rp665/saham dengan nilai transaksi Rp192,72 juta dan volume perdagangan 278.800 saham. Dalam sepekan terakhir perdagangan, saham BELL melesat 51,14% dan secara year to date atau tahun berjalan melonjak 177%.

Sepanjang tahun lalu, Trisula membukukan penjualan sebesar Rp561,37 miliar atau mencapai 116,40% dari target sebesar Rp482,27 miliar. Hasil penjualan tersebut naik 26% dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2017 sebesar Rp446,13 miliar. Kenaikan penjualan itu mendorong laba bersih perusahaan juga naik 61% menjadi Rp24,02 miliar dari realisasi laba bersih tahun 2017 sebesar Rp14,95 miliar.Adapun laba atribusi entitas induk juga naik 62% menjadi Rp21,44 miliar dari tahun sebelumnya Rp13,24 miliar.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp12 miliar. Karsongso Wongso Djaja, Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk pernah bilang, sumber dana belanja modal ini akan diperoleh dari internal perusahaan. Nantinya, BELL akan menggunakan belanja modal untuk melakukan investasi mesin weaving guna menciptakan produk yang lebih variatif, meningkatkan efisiensi, serta meningkatkan kualitas produk.

Baca Juga: Emiten Produsen Tekstil dan Garmen Optimistis Pendapatan Naik 10%

Dia mengatakan, perseroan akan menambah 12 mesin weaving, dengan begitu maka akan ada penambahan produksi 10.000 yard hingga 15.000 yard per bulan. BELL rencananya akan kembali menambah mesin pada tahun depan, hanya saja mereka belum menyebut jumlahnya.

Secara total, mereka menargetkan produksi sekitar 700.000 yard per bulan tumbuh 20% ketimbang tahun lalu. Sedangkan kapasitas terpasang saat ini 750.000 yard per bulan dan akan ditingkatkan menjadi 900.000 yard per bulan. Meski begitu, sambungnya, pada tahun ini mereka menargetkan pertumbuhan kinerja konservatif dengan perolehan target sebesar Rp589,44 miliar atau naik 5% dan membidik laba bersih tumbuh 7% menjadi Rp25,70 miliar pada 2019. “Saat ini target kita konservatif, tapi hasilnya bisa maksimal,”paparnya.

Dengan target tersebut, segmen usaha distribusi dan manufaktur masing-masing meningkat 5% sementara uniform berkontribusi 50% terhadap total penjualan. Sebagai informasi, kini BELL mempunyai total 6 distributor, 8 sub agen, dan 160 retailer. Selain itu mereka kini secara aktif mengikuti tender-tender di berbagai instansi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini