nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Galangan Kapal Ingin Bea Masuk Komponen Turun Jadi 0%

Rabu 12 Juni 2019 21:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 12 320 2065737 industri-galangan-kapal-ingin-bea-masuk-komponen-turun-jadi-0-WD8VGWLVyP.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Industri galangan kapal menginginkan bea masuk komponen diturunkan dari 5%-12% menjadi hingga nol persen untuk meningkatkan daya saing industri galangan kapal dalam negeri.

"Industri galangan kapal masih menunggu kebijakan dari pemerintah yang akan membuat impor komponen kapal nol persen, belum lagi ada PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Sedangkan impor kapal saja bea masuknya nol persen," ujar Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam seperti dilansir Antaranews, di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurut Eddy, bea masuk yang dikenakan tersebut awalnya bermaksud untuk melindungi industri komponen galangan kapal di Indonesia, namun nyatanya masih banyak komponen kapal yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga harus diimpor.

"Kami sudah petakan satu setengah hingga dua tahun ini untuk mencari komponen-komponen apa yang belum ada di dalam negeri dan belum bisa dibuat secara efisien," ujar Eddy.

 Baca Juga: Begini Dampaknya Terlambat Serahkan Pesanan Kapal bagi Industri

Untuk itu, lanjut Eddy, Iperindo akan mengajukannya ke Kementerian Perindustrian agar komponen yang belum terdapat di Indonesia tersebut tidak dikenakan bea masuk.

Namun, Eddy berharap kebijakan tersebut diberlakukan sementara sambil menunggu industri komponen kapal dalam negeri tumbuh dan berkembang.

"Biarkan impor komponen berjalan terlebih dahulu, tapi tidak selamanya. Kalau industri utamanya galangan kapal bertumbuh, otomatis industri komponen bertumbuh. Di hari nanti industri dalam negeri sudah mampu, baru dikenakan bea masuk lagi," ujar Eddy.

 Baca Juga: Sindiran Menhub: Jangan Jalan Sendiri-Sendiri Topang Industri Galangan Kapal

Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk kapal hanya berkisar 30%.

Adapun kapasitas produksi kapal baru di galangan mencapai 1,2 juta deadweight tonnage (DWT per tahun, sedangkan kapasitas reparasi mencapai 10 juta DWT per tahun.

"Untuk utilitas pembuatan kapal baru itu 30% dan reparasi 70%," kata Eddy.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini