nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lion Air Dikabarkan Punya Utang Ratusan Triliun, Simak Fakta Menariknya

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 06:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 14 320 2066510 lion-air-dikabarkan-punya-utang-ratusan-triliun-simak-fakta-menariknya-OssfJD6jpB.jpg Pesawat Lion Air (Foto: AP)

JAKARTA - PT Lion Mentari Airlines dikabarkan terlilit utang yang begitu besar. Bahkan Lion Air sempat mengajukan permohonan penundaan pembayaran jasa kebandaraan di kuartal I-2019 kepada PT Angkasa Pura I (Persero).

Okezone pun merangkum sejumlah fakta-fakta terkait Lion Air yang tengah merugi, Minggu (16/6/2019):

1. AP I Benarkan bahwa Lion Air Pernah Tunda Pembayaran Jasa Bandara

PT Angkasa Pura I (Persero) mengakui PT Lion Mentari Airlines pernah mengajukan surat permohonan penundaan pembayaran kewajiban terkait biaya operasional layanan kebandaraan akibat kesulitan keuangan yang dialami maskapai penerbangan itu.

"Surat dari Lion Air kami terima sekitar awal Februari 2019. Jadi, sudah sekitar lima bulan lalu," kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Wildasari Adjiningsih.

Menurut Devi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Lion Air, sehingga penangguhan pembayaran sudah mulai diselesaikan.

"Tetapi, ke depannya mereka (Lion Air) tetap melaksanakan kewajibannya sesuai waktunya," katanya.

2. Sempat Tertunda, Lion Sudah Lunasi Pembayaran ke AP I

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, pihak Lion Air Group meminta kepada pengelola bandar udara agar hal yang terkait dengan kewajiban pembayaran diperlakukan sama dengan operator penerbangan lainnya.

Dia mengatakan, pihak Lion Air Group sudah menyampaikan hal tersebut secara tertulis dan resmi melalui surat kepada pengelola bandar udara. Adapun kewajiban pembayaran yang Lion Air Group minta untuk dibuatkan termin pembayarannya adalah kewajiban Januari, Februari dan Maret 2019.

3. Utang Lion Air Capai Rp614 Triliun

Lion Air menyatakan informasi utang atau berpotensi utang yang mencapai Rp614 triliun serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air Group benar melakukan pemesanan armada (order) lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat (aircraft manufacture) di seluruh dunia.

"Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand," katanya dalam keterangan tertulisnya.

4. Sanggahan Lion Air

Berikut pernyataan Lion Air seperti dikutip Okezone:

1. Pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode/ cara (tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana).

2. Pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.

3. Pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan

"Saat ini, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar," kata Danang.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini