nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1.732 Km Jaringan Pipa Gas Akan Membentang dari Pontianak hingga Bontang

Ade Putra, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 19:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 16 320 2067024 1-732-km-jaringan-pipa-gas-akan-membentang-dari-pontianak-hingga-bontang-FDgbJSf8pD.jpg Foto: Okezone

PONTIANAK - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) saat ini sedang mempersiapkan segala hal berkaitan dengan pengembangan jaringan pipa transmisi gas Trans Kalimantan. Rencananya, sepanjang 1.732 kilometer (KM) yang membentang dari Pontianak, Kalimantan Barat, hingga Bontang, Kalimantan Timur.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, pembangunan ini bertujuan untuk mengatasi problem-problem bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara yang begitu dilematis. Baik menyoal distribusi maupun terkait keramahan lingkungan.

"Gas bumi merupakan pilihan sumber energi yang lebih bersih dan efisien. Serta ramah lingkungan. Terutama jika dibandingkan dengan BBM dan batubara," ucap Fanshurullah saat mengunjungi Pontianak, Sabtu (15/6/2019).

Dia menerangkan, berdasarkan data energi nasional menunjukkan, saat ini sumber energi minyak bumi (BBM) masih menjadi tumpuan utama masyarakat Indonesia. Yang angkanya mencapai lebih dari 40% diikuti energi batubara yang mendekati 30%. Sementara itu penggunaan gas bumi baru tercatat sebesar 22%.

Baca Juga: Prabumulih Jadi Kota Gas Terbesar di Indonesia

Meski menjadi sumber utama, penggunaan BBM saat ini menjadi dilematis. Akibat harga yang fluktuatif dan akhir-akhir ini cenderung terus naik. Akibatnya, BBM menjadi sumber energi yang semakin tidak efisien.

Kondisi ini, Fanshurullah, kata diperparah dengan problem distribusi di banyak wilayah di Indonesia. Seperti di Indonesia bagian Tengah dan Timur. "Di lain pihak, gas bumi sebagai sumber energi alternatif belum banyak dimanfaatkan," terangnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan kajian ada kelebihan produksi 40 kargo gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) yang belum ada pembelinya. Dengan menggunakan asumsi 1 kargo LNG Tangguh adalah sebesar 137.700 m³ gas alam cair, maka 40 kargo tersebut diperkirakan setara dengan 116.769,6 MMSCF atau 319,9 MMSCFD.

"Jika (rencana) ini disepakati, maka akan terwujud green energy di Kalimantan. Dengan mengalihkan kebutuhan listrik dari batu bara dan diesel ke gas bumi," ujarnya.

Nantinya, jaringan pipa gas sepanjang 1.732 KM ini akan melalui empat daerah di Kalbar. Yakni, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.

"Untuk ke depannya, tentu ada peningkatan pemanfaatan gas bumi untuk masyarakat rumah tangga, melalui jaringan gas kota," ucapnya.

Baca Juga: Siapapun Presidennya, SKK Migas Pastikan Program Jaringan Gas Kota Berlanjut

Artinya, masyarakat tak perlu lagi mengantre dan gonta-ganti tabung gas. Cukup buka kran, maka gas akan teraliri ke rumah melalui pipa yang tersambung.

Untuk mematangkan rencana ini dan penggalangan dukungan rencana pembangunan jaringan pipa transmisi gas Trans Kalimantan menjadi proyek strategis nasional, pada akhir September 2019 akan dilakukan Focus Group Discusion (FGD) di Kota Pontianak.

Dengan melibatkan seluruh gubernur dan bupati serta anggota DPR RI asal Kalimantan, untuk meningkatkan sinergitas dalam mewujudkan pembangunan jaringan pipa gas Trans Kalimantan tersebut.

Langkah awal yang sudah dilakukan Fanshurullah dan rombongan sudsh melakukan kunjungan dinas ke Gubernur Kalbar Sutarmidji, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Bupati Ketapang Martin Rantan dan Bupati Kayong Utara Citra Duani.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini