nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Freeport Cari Utang untuk Bangun Smelter, Simak Fakta Menariknya

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 08:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 16 320 2067063 freeport-cari-utang-untuk-bangun-smelter-simak-fakta-menariknya-nYLqv4GrFz.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - PT Freeport Indonesia tengah melakukan penjajakan untuk memperoleh pinjaman guna membiayai pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) di Gresik, Jawa Timur. Freeport membutuhkan USD3 miliar untuk merampungkan smelter tersebut.

Berikut fakta-fakta menarik soal utang Freeport untuk membangun smelter yang dirangkum Okezone, Senin (17/6/2019):

1. Utang3 Miliar untuk Smelter

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan perusahaan tambang itu membutuhkan USD3 miliar untuk pembangunan smelter.

"Masih dalam proses pembicaraan, tapi banyak yang minat. Mungkin sudah 15 bank yang berminat, bank asing dan nasional," jelas Tony.

2. Utang Dicairkan Tahun Ini

Tony mengatakan, pinjaman bisa cair pada tahun ini. Perusahaan itu menargetkan konstruksi smelter konsentrat tembaga itu bisa dimulai pada awal 2020.

"Kami sedang bicarakan dengan bank, kami bicara bentuk (pinjaman), jumlahnya, detailnya itu masih dalam pembicaraan," tutur Tony.

3. Lahan Smelter

Tony menjelaskan, saat ini progres penyiapan lahan untuk pembangunan smelter terus berjalan.

Saat ini, pihaknya tengah memasang prefabricated vertical drain untuk memadatkan tanah di lahan yang akan digunakan.

"Jadi bukan reklamasi, tapi dipadatkan. Konstruksinya kan gede jadi harus dipastikan bahwa tanahnya betul-betul padat," katanya.

Lokasi pembangunan smelter terletak di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

4. Target Smelter 2022

Tony Wenas mengatakan, hingga bulan Februari 2019, progres pembangunan smelter telah mencapai 3,86% atau hampir 100% dari rencana pembangunan yang disampaikan kepada pemerintah.

"Progres pembangunan smelter PT FI sampai dengan bulan Februari 2019 sudah mencapai 3,86% sesuai dengan rencana yang kita sampaikan ke pemerintah, hampir 100% dari rencana kita. Dan ini akan terus kita selesaikan dan diharapkan pada akhir 2022 pembangunan smelter sudah selesai, sudah keluar asapnyalah," ujar Tony.

5. Pembangunan Smelter Freeport Diawasi

Pemerintah akan memastikan perusahaan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter). Melalui tim pengawasan independen (independent verificator), Pemerintah akan mengevaluasi progress pembangunan smelter setidaknya enam bulan sekali. Jika perkembangannya tidak sesuai dengan yang disampaikan ke Pemerintah makai izin ekspornya akan dicabut.

"Izin ekspor itu setiap tahun dikeluarkan, dan evaluasinya setiap enam bulan. Syaratnya apa?, kalau dia membangun smelter sesuai dengan rencana yang yang dimasukkan kepada pemerintah, maka izin ekspor tetap diberikan. Sebaliknya jika tidak sesuai maka izin ekspornya bisa dicabut. Tetapi membangun smelter tetap harus dilanjutkan," ujar Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara Bambang Gatot Ariyono.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini