nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penumpang Bandara Silangit Turun 10%, Kunjungan Wisata Danau Toba Berkurang

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 19:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 320 2067498 penumpang-bandara-silangit-turun-10-kunjungan-wisata-danau-toba-berkurang-SYOSajNsfZ.jpg foto: Okezone

MEDAN - Jumlah penumpang udara yang menggunakan jasa Bandara Internasional Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, tercatat mengalami penurunan sekira 10%. Kondisi itu langsung berdampak pada kepariwisataan di Danau Toba.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, dari informasi yang disampaikan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Silangit, diketahui bahwa kenaikan harga tiket sejak beberapa bulan terakhir, telah membuat jumlah penumpang dari dan ke Bandara Silangit, antara Januari-April 2019 turun sekira 10% terhadap periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun kondisi yang dialami Silangit, masih lebih baik dibandingkan yang dialami kebanyakan bandara lain di Indonesia, yang justru mengalami penurunan 15-20%.

Baca Juga: Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

"Penurunan jumlah penumpang tentunya berdampak luas pada bisnis pariwisata. Baik itu pendapatan bandara, maupun pendapatan usaha wisata seperti hotel, restoran, transportasi dan usaha wisata lainnya," sebut Arie.

Jumlah kunjungan wisata ke Danau Toba, lanjut Arie, terselamatkan oleh wisatawan domestik yang cukup banyak berkunjung ke Danau Toba sepanjang libur Lebaran lalu. Itu terlihat dari tingginya tingkat okupansi hotel di sekitar kawasan Danau Toba saat itu.

"Waktu Lebaran kemarin cukup ramai. Kalau sekarang tingkat okupansi hotel di Danau Toba sekitar 50%. Kemarin waktu ada pegelaran musik internasional juga cukup ramai. Itu makanya kita akan galakkan acara-acara intenasional secara berkelanjutan agar kunjungan terus bisa digenjot,"tukasnya.

Masalah tiket mahal merupakan masalah yang terjadi secara nasional dan tidak memiliki kewenangan mengurusinya. Kendati demikian, dia berharap agar kondisi tersebut tidak berlangsung lama sehingga tingkat kunjungan wisatawan ke Danau Toba kembali normal.

"Kita harap segera ada solusi,"tukasnya.

Baca Juga: Muncul Petisi Tolak Maskapai Asing Masuk Indonesia

Dunia pariwisata sendiri, menurut Arie, sebenarnya tidak terlalu berpatokan pada salah satu persoalan, seperti harga tiket.

Mereka lebih fokus terhadap pengembangan destinasi wisata dan peningkatan mutu pelayanan serta kegiatan, sehingga para wisatawan tetap datang berkunjung ke Danau Toba.

"Yang penting itu adalah destinasinya dan kesiapan sarana seperti hotel, makanan halal. Karena penerbangan itu hanya satu sarana penghubung saja,"tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini